Seringkah Anda mengalami keluhan masalah fisik yang menetap, seperti sakit perut dan sakit kepala? Apakah Anda memiliki penyakit kronis, yang menunjukan pemeriksaan dokter dan laboratorium dalam batas normal? Bila sedang merasa depresi atau cemas, apakah tubuh Anda seolah-olah tidak berfungsi dengan baik? Pernahkah Anda jatuh sakit karena tidak mampu untuk menangani tekanan hidup dan masalah sehari-hari? Respon stres yang menetap atau memanjang pada diri seseorang dapat memungkinkan terjadinya penyakit yang berkaitan dengan stres.

Stres merupakan realitas kehidupan yang tidak dapat dihindari. Bagi sebagian besar orang, pikiran negatif merupakan sumber stres utama yang mempengaruhi perubahan suasana hati. Emosi Anda disebabkan oleh cara Anda memandang berbagai hal. Jika pemahaman Anda mengenai apa yang sedang terjadi itu tepat, maka emosi Anda akan normal. Namun jika Anda menafsirkan peristiwa yang terjadi dengan pikiran-pikiran negatif maka akan tercipta suasana jiwa yang buruk, perasaan murung atau kecemasan yang memicu respon stres dalam tubuh.

Respon stres dimulai dari korteks serebri atau bagian berpikir dari otak. Kemudian mengirim tanda bahaya ke hipotalamus di tempat utama pemberi respon stres, terletak pada otak tengah. Hipotalamus kemudian menstimulasi sistem saraf simpatis untuk membuat serangkaian perubahan pada tubuh diantaranya meningkatnya denyut jantung, curah jantung, dan tekanan darah.

Itu dapat memberi dampak negatif jangka panjang jika dibiarkan tanpa dikontrol. Kelenjar adrenal mulai mengeluarkan kortikoid adrenalin, epinefrin, nonepinefrin yang menghambat fungsi pencernaan, reproduksi, pertumbuhan dan perbaikan jaringan, respon kekebalan tubuh dan peradangan. Akibatnya tubuh dapat menjadi sakit dengan berbagai keluhan fisik yang menetap.

Karena itu, untuk mempertahankan kesehatan tubuh yang optimal, Anda dapat belajar untuk menyadari respon stres Anda dan kemudian mengontrolnya. Langkah awalnya adalah dengan menemukan pikiran negatif yang muncul dalam diri Anda. Langkah selanjutnya adalah mengetahui kapan saatnya mencari pertolongan. (mg1)