SLEMAN – Sejumlah kera ekor panjang beberapa kali terlihat di perkebunan warga sekitar Lereng Merapi, Minggu (19/8). SAR Linmas Kaliurang mencatat ada aktivitas kera ekor panjang di perkebunan kawasan Pakem. Mamalia tersebut mencari makan alpukat dan jipang.

Komandan SAR Linmas Kaliurang Kiswanta mengatakan turunnya kera sejak awal musim kemarau. Rata-rata pergerakan terjadi dalam kelompok kecil. Sasarannya adalah perkebunan warga terutama penghasil sayur dan buah.
“Masih normal, bukan dampak dari tumbuhnya kubah lava baru. Bisa jadi stok makanan di hutan menipis, apalagi saat ini masih musim kemarau,” ujar Kiswanta.

Habitat terbesar kera ekor panjang ada di kawasan Tlogo Muncar. Terdeteksi pula pergerakan hingga kawasan Tlogo Putri. Bahkan dalam waktu tertentu, kera-kera tersebut turun hingga kawasan terminal wisata.

Sementara itu, pertumbuhan kubah lava menjadi perhatian warga Lereng Gunung Merapi. Informasi yang menyebar sebaiknya disikapi dengan bijak. Termasuk meningkatkan kewaspadaan dan imbauan untuk tidak masuk radius tiga kilometer dari puncak.

Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto memastikan tidak ada kepanikan warga atas adanya pertumbuhan kubah lava. Sosialiasi telah dilakukan Desa maupun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta. Informasi melalui sosial media mendukung keakuratan dan ketepatan informasi.

“Sudah ada pemberitahuan tentang pertumbuhan kubah lava. Warga kami imbau tetap waspada dalam beraktivitas,” kata Heri, Minggu (19/8).
Aktivitas warga berjalan normal. Bahkan adanya pertumbuhan kubah lava tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisata. Aktivitas volcano tour tetap berjalan normal dan kunjungan wisatawan stabil.

Sejumlah wilayah di Kepuharjo masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Khusus untuk wilayah-wilayah tersebut Heri memberi perhatian lebih. Karena masih ada aktivitas yang berada dekat dari kawasan puncak Gunung Merapi.
“Biasanya ada warga yang merumput hingga atas, memang belum ada larangan. Tapi diimbau berhati-hati dan waspada,” ujar Heri.

Aktivitas wisata di Kaliurang masih berjalan normal. Kunjungan wisata di Kaliurang tetap ramai. Bahkan ada peningkatan wisatawan pada akhir pekan. Selain wisatawan dari Jogjakarta adapula dari luar Jogjakarta.
“Wisatawan tetap datang dan aktivitas wisata tetap berlangsung normal. Hari ini (kemarin) juga masih ramai dikunjungi wisatawan,” katanya. (dwi/iwa/mg1)