Tingkatkan Potensi Desa Wisata
Nuansa Original Jadi Pilihan Wisatawan Asing

BANTUL-Wisata khas dengan nuansa alami semakin diminati wisatawan. Termasuk wisatawan asing. Untuk mengembangkan minat wisata di Bumi Projotamansari, semakin banyak desa wisata yang menerapkan budaya lokal sebagai identitas destinasi wisata.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparbud) Bantul Kwintarto, saat ini terdapat 45 desa wisata di Kabupaten Bantul. Dari jumlah itu, 37 desa wisata di antaranya sudah mendapat SK dari bupati Bantul dan delapan lainnya tergolong baru. ”Dari total yang sudah dapat SK Bupati, tergolong desa wisata yang aktif.

Sedangkan yang belum dapat SK masih tahap embrio, permulaan dan perlu perkembangan,” ungkapnya di Lapangan Pasabean, Sabtu  (18/8).
Dikatakannya, desa wisata dikatakan aktif jika desa yang bersangkutan sudah berhasil menggerakkan masyarakat sekitar untuk turut mengembangkannya. Masyarakat mempunyai kelompok Sadar Wisata dan menerapkan Sapta Pesona. ”Saat ini yang masih perlu dikembangkan adalah kenangan sesuai dengan Sapta Pesona yang terakhir,” ungkapnya.

Dengan adanya kenangan yang original dari desa tersebut diharapkan wisatawan akan merasa senang dan lebih mengenal. Masyarakat pun menjadi peka dan tergerak untuk lebih kreatif dalam menciptakan produk unggulan desa tersebut sehingga perekonomian akan terangkat. ”Pentingnya kenangan juga sebagai media promosi. Produk andalan ini dapat dijadikan oleh-oleh. Sehingga desa tersebut akan lebih dikenang lagi,” ungkap kwin, sapaannya.

Untuk menopang desa wisata Bumi Projotamansari, dinas pariwisata juga berusaha meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata. Melalui kepengurusan perlu ditingkatkan fungsi pelayanannya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah akses jalan, tempat parkir, dan toilet yang memenuhi standar. Agar wisatawan tidak nyaman dan tidak kecewa, dan yang paling penting adalah menyiapkan space foto,” ungkapnya.

Menurutnya, pariwisata sangat signifikan dalam pembangunan masyarakat. Sehingga perlu dilakukan pembinaan. Kwin memaparkan Dlingo dan Imogiri, salah satu wisata yang mempunyai nilai haritage yang tinggi. ”Nah yang natural tersebut mempunyai daya titik tinggi. Karena itu, pembinaannya juga harus total,’’jelasnya.

Salah satu desa yang dikembangkan adalah Desa Wisata Tembi. Ini adalah salah satu destinasi wisata yang mengkuatkan sisi originalitasnya dan telah menjadi jujukan turis. Desa wisata yang diresmikan Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X ini berhasil mendapatkan predikat kelas mandiri sejak dua tahun lalu dan masih menyandang status homestay nominasi terbaik di Asean sejak 2016-2018.

Menurut Acuy, 43, pengelola homestay dan marketing Desa Wisata Tembi, desa wisata dari tahun ke tahun mengalami peningkatan pengunjungnya. Desa yang terletak di kawasan Timbulharjo ini berupaya mengembangkan permainan tradisional, seperti bercocok tanam dan workshop. ”Nah yang seperti itu diminati warga asing,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan keamanan Desa Wisata Tembi ke depan, pengelola berusaha memberikan jaminan kesehatan apabila wisatawan mengalami kecelakaan saat melakukan outbond dan lain-lain. ”Savety menjadi sangat penting,” ungkap Acuy. (cr6/din/mg1)