• JOGJA – Pada puncak musim kemarau ini masyarakat diminta waspada adanya potensi angin kencang.Terakhir angin kencang melanda wilayah Terban Gondokusuman. Salah satunya di pasar ayam Terban pada minggu siang(19/8).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun kerugian diperkirakan hingga Rp7 juta untuk penggantian atap asbes. Saksi mata Riyanto megungkapkan kejadian bermula sekitar pukul 11.30. Saat itu pedagang sedang bersiap untuk pulang, tiba-tiba ada angin kencang yang menerbangkan asbes dan menghancurkan atap disisi bagian tengah pasar.

“Tadi tahu ada angin kencang terus pada lari, untungnya bisa menyelamatkan diri,” ujarnya.

Untungnya lagi,sambung Riyanto, ayam-ayam yang dijual di sana tidak ikut terbang terbawa angin. Tapi dampaknya ayam menjadi kepanasan karena tidak ada atap. “Pasti ada dampaknya, nanti kalau ayamnya kepanasan bisa pada stres,” ujarnya. senin ini (20/8) dirinya akan kembali berjualan.

Semangat serupa diuangkapkan pedagang ayam lainnya Gito, yang akan tetap berdagang dengan kondisi atap yang seperti ini. “Nanti bisa ditutupi pakai karung dulu,” ujarnya.

Diakuinya kondisi atap yang sebagian hancur membuatnya khawatir. “Tapi beberapa sudah tak sogoki pakai bambu biar gak menimpa, “ ujarnya.

Kapolsek Gondokusuman Kompol Bonifatius Slamet yang datang ke lokasi menghimbau agar warga pasar tenang dan tidak usah panik. Dia mengatakan agar pedagang tetap waspada dengan kemungkinan yang ada. “Mari kita gotong royong membersihkan tempat berdagang, ”ajaknya. (cr5/pra)