JOGJA – Menumpuknya sampah karena belum beroperasinya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan membawa masalah kesehatan. Beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Jogja kelebihan muatan sampah, Kamis (16/8).

Kepala Seksi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan Kota Jogja belum bisa melakukan pengelolaan sampah. “Untuk sementara kami menahan sampah di depo dan TPS,” ujar Haryoko.
Dia mengimbau agar masyarakat bisa mengolah sampah terlebih dahulu. “Manfaatkan barang yang ada di rumah, jangan cepat-cepat menjadikannya sampah,” imbau Haryoko.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Jogja Tri Mardoyo mengatakan dampak penimbunan sampah menyebabkan bakteri berkembang biak. Selain itu, sampah menjadi sarang hewan.

Mardoyo mengatakan bahwa tumpukan sampah organik yang dibiarkan dirumah akan menimbulkan lindi atau licit. “Lindi adalah cairan berwarna hitam pekat hasil pembusukan sampah berbau menyengat dan mengandung logam berat.”

Cairan lindi menjadi sarang bakteri patogen yaitu bakteri yang membawa penyakit tifus, tetanus dan kolera. ‘’Lindi bersifat asam dan korosif terhadap logam,” ujar Mardoyo.

Sampah organik yang menumpuk juga bisa mengakibatkan diare, penyakit kulit, dan leptospirosis. “Sedangkan sampah nonorganik seperti kaleng bisa menjadi sarang nyamuk,” kata Mardoyo. (cr5/iwa/mg1)