Batuk dan pilek sering ditemukan pada anak. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus dapat sembuh sendiri cukup dengan perawatan suportif, tanpa memerlukan antibiotik. Hampir semua gejala batuk dan pilek pada anak akan hilang dalam 14 hari. Bila batuk berlangsung lebih dari tiga minggu, kondisi ini bisa disebabkan oleh asma, tuberkulosis, pertusis, atau gejala dari infeksi HIV. Bila ditemukan tanda bahaya umum, napas cepat atau adanya tarikan dinding dada, maka waspadalah. Segera periksakan anak ke dokter.

Penatalaksanaan secara umum meliputi pemberian pelega tenggorokan dan pereda batuk dengan obat yang aman. Seperti minuman hangat manis. Lalu, segera redakan demam (>390 derajat Celsius) dengan parasetamol. Bersihkan sekret/ lendir hidung anak dengan lap basah yang dipelintir menyerupai sumbu sebelum memberi makan. Jangan memberikan obat yang mengandung atropine atau kodein dan turunannya.

Pemberian antibiotik tidak akan mencegah terjadinya pneumonia. Ibu tetap bisa memberi makan/ minum pada anak seperti biasa. Juga mengawasi bila muncul napas cepat atau anak kesulitan bernapas. Segera ke rumah sakit bila keadaan anak makin parah dan tidak bisa minum atau menyusu.

Orang tua juga perlu mengajarkan etika batuk yang benar pada anak. Yaitu: ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan lengan atau lengan baju. Jika memungkinkan, tutup mulut dengan tisu. Buang tisu di tempat sampah. Jangan di sembarang tempat. Jika menutup batuk atau bersin dengan menggunakan telapak tangan, segera cuci tangan menggunakan air dan sabut atau hand sanitizer.

Melakukan batuk atau bersin dengan etika yang benar akan mencegah penularan berbagai penyakit saluran napas. (*/yog/mg1)