SLEMAN – Tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito menggelar acara memeringati Kemerdekaan RI (16/8). Berlokasi di depan gedung instalasi rawat jalan RSUP Dr Sardjito mereka membaca puisi.
Para tenaga medis tersebut bergantian membacakan puisi. Sebagai cara mengelola batin karena pekerja medis penuh tekanan.

“Biar stres bisa digembalakan,” ujar Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Darwito.
Dia menjadi salah seorang penyair yang tampil sore itu. Tema acara tersebut Jujur itu hebat. “Ini sebagai bagian dari tekad kami mewujudkan WBK WBBM (Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani),” kata Darwito.

Sebanyak 11 penyair terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain ikut meramaikan acara tersebut. Beberapa karya mereka telah dibukukan dalam Selembut Kalbu Sejukkan Derita, antologi puisi karya tenaga kesehatan RSUP Dr Sardjito.

Diiringi gesekan biola dan dentingan gitar, satu demi satu puisi dibacakan. “Ada yang menampilkan karya penyair yang telah ternama, ada pula yang menampilkan karyanya sendiri,” ujar ketua panitia Rini Sunaring Putri.
Salah seorang tenaga kesehatan, Ani, membawakan puisi Kita Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail. Darwito membawakan karyanya sendiri Secangkir Kopi Tanpa Teman.

Selesai pembacaan puisi, peserta disuguhi film dokumenter mengenai Dr Sardjito. Berkisah tentang perjuangannya membuat vaksin anti-infeksi dan biskuit untuk menyambung nyawa gerilyawan di medan perang. (cr10/iwa/mg1)