JOGJA – Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) sangat apresiatif dengan kehadiran pelajar dan mahasiswa Papua di halaman balai kota, Jumat (17/8). Untuk kali pertama puluhan pelajar Bumi Cenderawasih mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-73 RI di Jogjakarta.

HS mengatakan, kehadiran mahasiswa Papua menjadikan momentum peringatan HUT RI kali ini lebih istimewa. Ini menunjukkan peringatan HUT RI menjadi milik semua bangsa, di mana saja. Sekaligus mengukuhkan Jogjakarta sebagai miniatur Indonesia. “Biasanya juga istimewa. Tapi kali ini lebih istimewa karena kehadiran adik-adik pelajar dan mahasiswa Papua di Jogja,” ujarnya.

Ketua Korwil Mahasiswa Tolikara Papua DIJ Gastor Winibo mengatakan, kehadiran di upacara peringatan HUT kemerdekaan RI sebagai bukti semangat nasionalisme yang tinggi. Juga menunjukkan bahwa mahasiswa Papua bukan sumber masalah.

“Selama tiga tahun di Jogja, baru kali ini kami mendapatkan kesempatan ikut upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Balai Kota Jogja,” ujarnya.

Lewat momentum ini Winibo berharap bisa lebih akrab dengan masyarakat Jogja. Secara pribadi, mahasiswa STPMD “APMD” itu mengaku telah belajar banyak tentang tradisi, tata karma, dan sopan santun masyarakat Jogjakarta. “Jika selama ini orang Papua dinilai kasar, setelah tinggal di Jogja saya merasakan sopan santun, tata krama dan keramahan. Kami jadi mengikuti,” sambung Winibo.

Ketua Asrama Papua Kemasan Jogja Linus Kagoya menambahkan, awalnya tak kurang 50 mahasiswa siap mengikuti upacara bendera. Tapi karena keterbatasan tempat, maka dipilihlah 20 orang sebagai peserta upacara.

“Ini pertama kali kami mengikuti upacara kemerdekaan bersama wali kota Jogja dan orang tua kami. Kami senang,” ucapnya.

Orang tua yang dimaksud adalah KRT Purbokusumo atau yang dikenal dengan Acun Hadiwijoyo. Acun diketahui sebagai bapak angkat mahasiswa Papua di Jogjakarta.

Diakui Acun, selama ini mahasiswa Papua sering menggelar demonstrasi, yang kadang membuat takut warga Jogja. Namun, di balik itu semua mahasiswa Papua di Jogja sebenarnya ingin menunjukkan semangat nasionalisme dan kebersamaan mereka dengan masyarakat setempat.

“Sebetulnya saudara dari Papua ini tidak ada masalah. Terbukti mereka bisa ikut dalam acara ini tanpa adanya paksaan,” ujarnya.

Usai upacara perwakilan mahasiswa Papua menyerahkan karangan bunga kepada wali kota Jogja, Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi, Dandim 0734/ Jogja Letkol Inf Bram Pramudia, serta Kapolresta Jogja AKBP Armaini. (*/cr8/pra/yog/mg1)