SAJIAN wisata bisa berawal dari kemampuan anak muda menjalankan ekonomi kreatif semakin. Salah satu komunitas yang punya ide kreatif tersebut adalah Yogyakarta Food Truck (YFT).

Mereka menggunakan mobil untuk berdagang. YFT berdiri 1 Juni 2017 bertujuan membangun perekonomian lebih baik dalam bidang kuliner. Tidak meninggalkan kreativitas dan hobi anggotanya.

Salah satu anggota YFT Mahendra Rizky Habibi mengatakan mereka belum memiliki tempat untuk berjualan. Tempat jualannya belum menetap.

‘’Tapi dari komunitas sendiri, selalu mengusahakan untuk mengikuti suatu event,” ujar Mahendra ditemui dalam Food Truck Kumpul Bareng di depan Bank Indonesia (16/8).

Biaya membangun food truck lebih murah dibandingkan membangun cafe. Food truck memiliki bentuk unik sehingga menjadi daya tarik tersendiri.
“Di Jogja sudah ada 35 food truck. Yang terdaftar di YFT baru 15,” ujar Mahendra.

Acara di Nol Kilometer tersebut menjadi perhatian wisatawan. Ivanov, salah seorang pengunjung, kagum dengan ide YFT tersebut.

“Menarik. Masih jarang anak muda berjualan berkeliling menggunakan mobil maupun pikap begini,” ujar Ivanov.

Food Truck Kumpul Bareng masih berlangsung sampai Minggu (19/8) di Shelter Bank Indonesia Jogjakarta. Acara tersebut menciptakan destinasi wisata kuliner berbasis food truck. (cr7/iwa/mg1)