GUNUNGKIDUL – Hingga sekarang surat keputusan (SK) gubernur DIJ mengenai pergantian antarwaktu (PAW) ketua DPRD Gunungkidul Suharno belum turun. Karena itu, Suharno memilih tetap ngantor seperti biasa.
“Saya masih ketua dewan. Saya tidak mau makan gaji buta,” kata Suharno saat ditemui usai rapat paripurna DPRD Gunungkidul dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka menyambut HUT ke-73 RI Kamis (16/8).

Meski begitu, Suharno memilih mengembalikan mobil dinas. Pertimbangannya, saat ini sudah ada plt ketua dewan. Dari itu pula Suharno masih mendapatkan hak protokoler dan keuangan.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Gunungkidul Agus Hartadi mengatakan, proses pemberhentian Suharno masih menunggu keputusan dari provinsi. Sekretariat DPRD hanya bertugas mengusulkannya kepada gubernur melalui bupati.

Untuk saat ini, kata Agus, posisi pimpinan DPRD digantikan sementara oleh Supriyadi. Penunjukan Supriyadi melalui musyawarah tiga wakil ketua dewan. Masa kerja plt sendiri berlaku sampai SK resmi dari gubernur turun.
”Pergantian ini memang mengganggu kinerja DPRD,” ujarnya.
Plt DPRD Gunungkidul Supriyadi mengatakan, pascapengunduran diri Suharno tiga wakil ketua langsung berembuk untuk menunjuk satu nama menjadi pimpinan dewan. Sekalipun secara administrasi, hak protokoler dan keuangan jabatan ketua masih milik Suharno.
“Secara politik haknya telah dicabut, sehingga (Suharno, Red) tak lagi memimpin sidang,” katanya. (gun/zam/mg1)