BANTUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul terus berupaya mencari solusi penuntasan angka pengangguran. Itu dipicu tingginya angka pengganguran di Bumi Projotamansari. Mengacu data Badan Pusat Statistik DIJ, angka pengangguran terbuka Agustus 2017 mencapai 17.466 orang. Kondisi ini berbanding terbalik dengan minimnya perusahaan yang berdiri di Bumi Projotamansari. Di mana hanya sekitar 500 perusahaan. Nah, ajang job fair menjadi salah satu pilihan solusi yang ditawarkan. Agenda ini digelar mulai 25-29 Agustus di Pyramid.

Kepala Disnkatertrans Bantul Heru Suhadi menyebut ada 32 perusahaan yang bakal berpartisipasi dalam job fair. Mereka menawarkan sekitar 3000 lowongan pekerjaan.

”Dengan berbagai posisi,” jelas Heru di kantornya Kamis (16/8).
Seperti tahun lalu, bekas kepala Dinas Pekerjaan Umum ini memprediksi job fair 2018 bakal diserbu ribuan pencari kerja (pencaker). Karena itu, dinas mempersiapkan strategi untuk mengurai antrean di berbagai stan. Yakni, melalui pendaftaran online. Para pencaker dapat mengisi lamaran pekerjaan melalui situs jobfairbantul.com.

”Sehingga ketika di lokasi tinggal menyerahkan berkas persyaratannya,” ucapnya.
Kepala Bidang Penempatan Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti mematok target setinggi-tingginya dalam job fair kali ini. Meski target penempatan kerja yang dibebankan kepada dinas tinggal sedikit. Pada 2018 Disnakertrans ditarget dapat menempatkan 2.700 pekerja.

”Hingga Juli ada 2.282 pekerja yang telah kami tempatkan,” sebutnya.
Ribuan tenaga kerja, Tirul, sapaannya memaparkan ditempatkan melalui tiga jalur. Yakni, antarkerja lokal, antarkerja antar daerah, dan antarkerja antarnegara (AKAN). Khusus jalur AKAN, melalui mekanisme G to G. tujuannya Malaysia, Korea Selatan, dan Taiwan.
”Kami selalu menyarankan lokal. Tapi mereka sepertinya sudah punya kerabat di sana (negara tujuan, Red),” tambahnya. (ega/zam/mg1)