HUT RI, 349 Warga Binaan Dapat Remisi

MAGELANG – Sebanyak 54 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Magelang menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian mereka kepada bangsa dan negara. Tanda kehormatan diserahkan Wali Kota Sigit Widyonindito dalam upacara HUT ke-73 RI di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Jumat (17/8).

“Penghargaan ini diberikan kepada ASN yang telah bekerja dengan baik dan memiliki masa bakti paling singkat 20-30 tahun,” kata Sigit. Ia berharap penghargaan ini bisa menjadi motivasi untuk meneguhkan tekad dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu dalam HUT ke-73 RI, enam warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIA Magelang bisa bebas. Pembebasan itu seiring adanya remisi yang didapat usai upacara bendera.

“Mereka mendapatkan remisi bebas karena memang rentang waktu hukumannya sudah habis. Remisi terbanyak adalah empat bulan dari masa hukuman yang mestinya harus dijalani dan paling sedikit satu bulan,” kata Kepala Lapas IIA Magelang Bambang Irawan.

Secara keseluruhan napi yang mendapatkan remisi berjumlah 349 orang. Jumlah itu terdiri atas 343 remisi umum (RU) 1 dan remisi umum (RU) 2 sebanyak enam orang.

“Sebenarnya ada tujuh orang yang mendapatkan remisi umum (RU) 1 atau remisi bebas, tapi karena yang bersangkutan masih harus menjalani hukuman subsider selama enam bulan ke depan, jadi belum bebas,” jelasnya.

Ditambahkan Kasubsi Registrasi Lapas IIA Kota Magelang Cahyo Sunarko, saat ini Lapas IIA Magelang masih dihuni 546 warga binaan. Jumlah tersebut dinilai jauh dari ideal jika dibandingkan dengan luas area lapas setempat.
“Idealnya memang 250-an orang agar tempatnya bisa dijadikan istirahat supaya lebar. Belum lagi ada wacana pemindahan warga binaan dari Nusakambangan. Sejauh ini kami malah mendapatkan informasi, sebanyak 50 warga binaan akan dipindah ke sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Windarti Agustina yang hadir dalam acara di Lapas Magelang mengatakan, remisi yang diberikan merupakan apresiasi pencapaian perbaikan diri oleh warga binaan. Warga binaan yang mendapatkan remisi dianggap telah berkelakuan baik selama masa tahanan.
“Remisi diberikan karena warga binaan semasa menjalani tahanan terus berperilaku baik,” ujarnya. (dem/laz/mg1)