Dapat Remisi Bertepatan dengan HUT Kemerdekaan

SLEMAN – Empat warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan Sleman dinyatakan bebas, Jumat (17/8). Keempatnya mendapatkan remisi (pengurangan masa hukuman) dari pemerintah RI.
Sebanyak 128 warga binaan Lapas Cebongan mendapat remisi. Empat di antaranya bertepatan dengan kebebasannya, Jumat (17/8).

Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) mengatakan remisi merupakan apresiasi kepada warga binaan. “Diberikan kepada warga binaan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik,” kata SP di depan para warga binaan.
Remisi merupakan hak mendapatkan pengurangan masa tahanan. Diatur dalam UU 12/1995 pasal 14 ayat (1) tentang Pemasyarakatan. Pemberian remisi ini.
Kata SP, remisi merupakan salah satu sarana hukum untuk mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan. Remisi diberikan kepada warga binaan sesuai sikap dan perilakunya sehari-hari.

“Perbaikan itu tercermin dari sikap warga binaan yang taat selama menjalani pidana, lebih disipilin, lebih produktif, dan dinamis,” kata SP.
Besarnya kasus atau pelanggaran hukum bukan tolok ukur pemberian remisi. Perilaku warga binaan selama menjalani pidana menjadi acuan utama. “Remisi itu untuk memberikan stimulus bagi narapidana agar selalu berkelakuan baik,” jelas SP.

Kepala Lapas Kelas II B Cebongan Gunarto mengatakan 124 warga binaan memperoleh remisi umum, dan empat orang mendapatkan remisi dua.
“Empat orang yang bebas setelah sebelumnya mendapatkan remisi umum,” ujar Gunarto.

Salah seorang warga binaan yang mendapat remisi dua, Iman Agung Setiawan, senang karena bisa pulang lebih cepat. Dia terjerat kasus pencurian kendaraan bermotor.

Iman yang dulunya berprofesi sebagai juru parkir itu ingin menebus kesalahannya. “Dulu kena kasus pada 2016 dan dapat remisi tiga bulan. Semoga bisa diterima dan kembali lagi menjadi juru parkir,” kata pria asal Condongcatur tersebut.

Pemberian remisi itu secara simbolis dilakukan oleh SP kepada empat perwakilan warga binaan. Mereka yang mendapat remisi tersebut Maman Rusman, Iman Agung, Rian Hidayat dan Eko Wahyu. (har/iwa/mg1)