JOGJA – Sebanyak 215 mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nasioanl (STTNas) Jogjakarta diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Bantul dan Kulonprogo melalui program kuliah kerja nyata (KKN). Pihak kampus pun melakukan peninjauan sekaligus memberikan bantuan alat kepada pihak desa.

Peninjauan dan serah terima alat dari mahasiswa KKN kepada pihak desa dihadiri Ketua STTNas Dr Ir H Ircham MT, didampingi Ketua YPTN Ir Otto Santjoko MT, Kamis (9/8). Acara ini berlangsung di Desa Srigading, (Kecamatan Sanden), Srihardono (Kecamatan Pundong), Bantul dan Desa Donomulyo serta Tanjungharjo (Kecamatan Nanggulan) Kulonprogo.
Dalam acara ini STTNas menyerahkan alat pemotong rumput kepada masyarakat Dusun Nangsri di Desa Srihardono, Pundong, Bantul. Bantuan diterima Kepala Dusun Nangsri Jawadi.

Jawadi menyambut gembira kegiatan KKN dan bantuan mahasiswa STTNas di dusunnya. Ia berharap mahasiswa dapat berbagi ilmu kepada masyarakat, sekitar bermanfaat bagi kemajuan dusunnya.
Ketua STTNas Dr Ir H Ircham MT menyebutkan, ini adalah kali kedua acara peninjauan mahasiswa KKN STTNas di Kabupaten Bantul dan sekitarnya. Ia berterimakasih kepada pihak terkait yang telah bersedia dan bekerjasama dengan kegiatan ini sebagai bentuk Tri Darma kepada masyarakat dan menerapakan ilmu nyata yang didapat di bangku kuliah.

Ketua YPTN STTNas Ir Otto Santjoko MT saat memberikan arahan meminta mahasiswa berbaur di masyarakat dan belajar untuk bermasyarakat di tempat KKN. “Tugas Anda adalah bagaimana memberikan ilmu yang didapat untuk memberdayakan masyarakat,” kata Otto. (*/laz/mg1)