Helicopter Landing Officer Banyak Dipilih

KULONPROGO – Marshaller atau juru parkir (jukir) pesawat dan HLO (Helicopter Landing Officer) menjadi pekerjaan yang banyak diminati. Sedikitnya ada 147 peserta yang akan mengikuti program pelatihan marshaller dan HLO di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug.
Kepala Disnakertrans Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Pemkab Kulonprogo dan BP3 Curug 2017 lalu. “Merupakan upaya menyambut kehadiran bandara,” kata Eko, Rabu (15/8).

Diharapkan peluang menjadi marshaller atau HLO terbuka bagi warga Kulonprogo. “Kerja sebagai marshaller atau HLO tidak hanya di New Yogyakarta International Airport (NYIA) saja, bandara dan perusahaan minyak juga butuh. Jadi peluangnya terbuka lebar,” kata Eko.
Pelatihan tahap pertama ada kuota 20 orang untuk belajar di BP3 Curug dengan proses seleksi. Mereka bebas biaya pendidikan hanya membayar biaya tiket berangkat dan pulang.

“Tentu tidak sembarang orang mendapat kesempatan mengikuti program pelatihan tersebut. Semoga warga Kulonprogo banyak yang bisa,” kata Eko.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan biaya pelatihan bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. Melainkan dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pada 2019 Pemkab harus melatih 92 peserta. Targetnya 125 angkatan pelatihan kebandarudaraan dari Kementerian Perhubungan RI. Pemkab akan berupaya menyelesaikan 125 paket tersebut.
“Cara yang bisa saja diambil dengan sistem kerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan keterampilan (LPK) swasta. Ternyata yang begitu diperbolehkan oleh Kementerian, asal lembaganya bersertifikat,” kata Hasto. (tom/iwa/mg1)