SLEMAN – Banyak cara dilakukan untuk mengumpulkan bantuan bagi korban gempa Lombok. Salah satunya dilakukan dengan cara mendirikan posko bersuasana pengungsian.
Posko bantuan di Kantor Desa Condongcatur, Depok dibangun serupa pengungsian di Lombok. ‘’Kami bangun tenda dan meletakkan motor trail di posko layaknya di pengungsian Lombok,’’ ujar koordinator relawan Jogja Peduli Lombok Dri Rahmat Raharjo.

Endik, sapaan Dri, mengatakan bahwa posko tersebut mencerminkan kondisi hunian para pengungsi saat ini. Dia berharap para donatur berempati saat melihat suasana posko.
Namun motor trail yang dipajang telah dikirimkan ke Lombok bersama delapan relawan Minggu (12/8). Motor tersebut diharapkan membantu mobilitas tim relawan di Lombok.

Endik mengatakan dana yang terkumpul mencapai Rp 70 juta. ‘’Sedangkan dana yang berhasil disumbangkan ke Lombok tahap pertama pada Minggu (12/8) sebesar Rp 31.490.500,’’ ujar Endik.
Kegiatan tersebut didukung Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji. Reno ikut menyumbang dana serta memberi tempat bagi relawan membangun posko.
Endik mengatakan delapan orang telah dikirimkan ke Lombok. Dibagi berdasar kemampuan masing-masing mulai tim observasi hingga manajemen posko.
Koordinator Posko Induk Balerante Agus sengaja datang dari Klaten untuk membantu warga Lombok terdampak gempa. Niatnya membantu sebagaimana dia rasakan saat gempa Bantul 2006.

Posko Jogja Peduli Gempa tersebut telah didirikan sejak Rabu (8/8). Rencananya akan terus menghimpun dana hingga dua minggu ke depan. (cr9/iwa/mg1)