Jogjakarta Tempat Perlintasan Perdagangan Narkoba

JOGJA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ memusnahkan 1.098 gram sabu. Narkotika golongan I tersebut merupakan barang bukti penyelundupan jaringan internasional. Berawal dari kasus penangkapan warga negara Thailand SAA, 30, di Terminal B Bandara Internasional Adisutjipto, 22 Juli 2018.

Turut disita sabu seberat 1.108 gram. Untuk kebutuhan penyidikan dan materi tuntutan hukuman disisakan 10 gram. Barang bukti ini selanjutnya diserahkan ke penuntut umum atau Kejaksaan sebagai barang bukti.
“Dalam pengembangannya akhirnya ditangkap tersangka lain JP. Warga negara Thailand juga tapi sudah terlebih dahulu tiba di Jogjakarta. Perannya mencarikan tiket dan akomodasi penginapan untuk tersangka SSA,” kata Kepala BNNP DIJ Brigjen Pol Tri Warno Atmojo saat pemusnahan sabu di Kantor BNNP Jogjakarta, Rabu (15/8).

Terungkap JP telah menginap di sebuah hotel kawasan Sleman. Sesuai peran, JP, memesankan tiket perjalanan pesawat dari Thailand transit Singapura menuju Jogjakarta. SSA terdeteksi saat datang menggunakan penerbangan Silk Air M154 Singapura-Jogjakarta.
Seluruh sabu dimasukkan secara perlahan ke dalam ember berisi air panas dan diaduk. Setelah seluruhnya tercampur larutan sabu dibuang ke saluran pembuangan.

Sabu tersebut tergolong murni. Harga per gramnya kisaran Rp 2,5 juta. Terungkap pula tujuan akhir SAA adalah Denpasar. Hanya saja terlebih dahulu transit di Jogjakarta hingga 24 Juli.
“Penangkapan ini hasil kerjasama lintas instansi terutama yuridiksi bandara dan bea cukai. Kalau untuk pengembangan jaringan masih terus dilacak terutama jaringan pemasok utama dari luar negeri,” ujarnya.

Dirresnarkoba Polda DIJ Kombes Polisi Wisnu Widarto mengakui peredaran narkoba masih menjadi momok utama. Jogjakarta identik dengan pengguna ekonomis paket hemat. Mayoritas dikonsumsi pelajar atau mahasiswa bersama-sama.

Terkait peredaran paket besar belum terlacak. Dia mengakui ada tren perlintasan melalui Jogjakarta. Terutama untuk penerbangan rute luar negeri melalui Bandara Internasional Adisutjipto.
“Jogjakarta sebenarnya bukan pasar empuk paket besar, hanya perlintasan. Namun untuk pengguna paket hemat memang tinggi,” jelasnya. (dwi/iwa/mg1)