Miftahudin Mukson : Harus Meningkat ke Level AFC

SLEMAN – Pemusatan latihan Tim Nasional (Timnas) U-19 di Lapangan UNY tanpa didampingi pelatih kepala Indra Sjafri, Rabu (15/8). Dia tengah mengikuti kepelatihan AFC pro. Di hari keempat ini latihan diikuti 30 pemain.
Asisten Pelatih Timnas U-19 Miftahudin Mukson mengatakan, program latihan yang diberikan Rabu (15/6) merupakan evaluasi dari hasil di AFF 2018 gagal menjadi juara. Para pemain dibagi menjadi tiga kelompok dan bermain dalam ruang kecil. Pembagian kelompok didasarkan pada posisi masing-masing pemain. ”Latihan ini meningkatkan kemampuan tim dari sebelumnya AFF. Sekarang harus sudah meningkat di level AFC,” kata Miftahudin.

Mengingat lawan yang akan dihadapi secara kualitas akan lebih berat dibanding laga AFF, program latihan yang diberikan kepada Syahrian Abimanyu dkk ada perbedaan program. Latihan pun disesuaikan dengan calon lawan yang akan dihadapi pada AFC di Jakarta pada Oktober mendatang. ”Tentu ada perubahan program. Yang saat ini diberikan baru sebagian kecil dari program yang akan kami jalankan,” terangnya.

Dikatakan sejauh ini, U-19 sudah memiliki kerangka permainan. Namun, dengan melihat hasil di AFF 2018, maka kerangka permainan akan ditingkatkan. ”Game model yang kita buat di AFF harus kami tingkatkan untuk level AFC,”jelasnya.

Sementara itu pada latihan kemarin juga, kapten timnas U-19 Rachmat Irianto, sudah mulai bergabung bersama skuad lainnya. Anak dari legenda sepak bola Indonesia Bejo Sugiantoro itu baru datang pada Selasa (14/8) malam.

Rian, begitu disapa, gagal membela timnas U-19 di AFF 2018 yang digelar di Sidoarjo. Nama Rian dicoret lantaran mengalami cedera, saat membela Persebaya Surabaya. Miftahuddin mengatakan,setelah pulih dari cedera ada perubahan pada Rian. ”Tapi dari postur strenght sudah terlihat dan terbentuk, untuk sentuhan bola harus dipacu lagi,” kata Miftahudin.

Dikatakan, Rian harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan posisi utama. Sebab, sejumlah pemain menunjukkan kualitas. Sebut saja nama Nurhidayat dari Bhayangkara FC, Firza Andika PSMS dan Indra Mustofa Persib. ”Kami akan fair dalam memberikan penilaian jadi tidak ada pemain yang benar-benar posisinya tidak tergantikan,” jelasnya. (bhn/din/mg1)