Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, telah menetapkan Rencana Induk Riset nasional (RIRN) Tahun 2017-2045, yang kemudian diterjemahkan menjadi 10 fokus riset nasional meliputi bidang: Pangan-Pertanian, Energi Baru dan Terbarukan, Kesehatan-Obat, Transportasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pertahanan dan Keamanan, Material Maju, Kemaritiman, Kebencanaan, dan Sosial Humaniora-Seni Budaya-Pendidikkan. RIRN disusun untuk menyelaraskan kebutuhan riset jangka panjang dengan arah pembangunan nasional terkait ilmu pengetahuan dan teknologi.

Paradigma riset saat ini adalah riset berbasis output, yaitu riset yang menghasilkan produk agar dapat dinikmati oleh masyarakat. Hasil riset tidak hanya berhenti menjadi laporan, dipublikasikan, dan dipatenkan. Namun, harus sampai menjadi produk yang bisa dikomersialkan untuk kesejahteraan masyarakat. Harapannya, hasil riset dapat langsung menyentuh lapisan masyarakat (industri kecil).

Untuk itu, diperlukan hilirisasi hasil riset yakni implementasi metode dan hasil riset dalam berbagaia bidang sehingga masyarakat dapat turur menikmatnya. Aktivitas hilirisasi hasil riset dapat dilakukan melalui kegiatan PPM yang bersentuhan langsung dengan upaya menyelesaikan permasalahan di masyarakat dan pembangunan lingkungan sekitar. Hilirisasi juga dilakukan dengan sasaran dunia usaha dan dunia indusrti (DUDI) melalui implementasi hasil penemuanyang dapat berupa metode dan teknologi tepat guna. Kegiatan hiliriasi diharapkan juga bermuara pada aspek komersialisasi hasil-hasil penelitan, yakni upaya untuk memberi nilai komersial (ekonomi) bagi temuan penelitian.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNY berkepentingan untuk merealisasikan aktivitas hilirisasi. Temuan hasil penelitian di UNY pada prinsipnya ada dua bidang, yaitu hasil penelitian bidang pendidikan dan bidang nonkependidikan. Hasil penelitian bidang kependidikan antara lain, metode/teknik pembelajaran berbagai mata pelajaran, buku ajar, hingga pengembangan evaluasi pendidikan. Hasil penelitian bidang nonkependidikan meliputi pengembangan bidang sains, teknik, sosial, seni, bahasa, ekonomi, dan olah raga. Hasil penelitian bidang nonkependidikan antara lain, pengolahan limbah minyak bumi menjadi bahan bakar/energi baru, peningkatan produk pertanian dengan gelombang ultrasonik, pengembangan seni jatilan, dan pengembangan olah raga bela diri.

LPPM Universitas Negeri Yogyakarta telah banyak berkiprah dalam kegiatan hilirisasi hasil riset melalui pendampingan industri kecil dan UMKM serta pendampingan desa-desa tertinggal. Misalnya, pengembangan industri batik kayu Pajangan Bantul, industri batik Mendiro Kulonprogo, penjual jamu gendong Bantul, dan pengrajin makanan cemilan Gunungkidul.

Tim LPPM UNY terus berupaya mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan mengangkat tema atau bidang garapan merujuk pada fokus riset sebagaimana tercantum dalam RIRN. Di antaranya, riset obat herbal, riset energi terbarukan, dan riset pengembangan pangan berbasis sumber makanan tradisional. Tentu saja, riset-riset di bidang pendidikan, yang menjadi core bisnis UNY sebagai LPTK, juga terus dikembangkan dan diberdayagunakan.

Peran LPPM yang lain adalah dalam menunjang publikasi dan pemerolehan HAKI (hak kekayaan intelektual). LPPM UNY mendorong seluruh dosen dan mahasiswa bisa publikasi di jurnal-jurnal internasional dan nasional bereputasi, yang harapannya dalam mendukung peran UNY menuju world class university. Peran yang menonjol juga adanya program 1000 HAKI dalam mendukung rangking UNY menjadi universitas papan atas di Indonesia. Hal ini karena publikasi dan HAKI akan dapat meningkatkan kapasitas bangsa kita.