GUNUNGKIDUL – Pengelola wisata alam Jurug Gedhe bersama Karang Taruna Desa Ngoro-Oro, Patuk, Gunungkidul menggelar Gebyar 17 Jurug Persada Ngoro-Oro pada Minggu (12/8).
Dinas Pariwisata DIY ikut mendukung kegiatan memperingati HUT ke-73 RI tersebut. Berbagai potensi kesenian dan kebudayaan ditampilkan warga Ngoro-Oro.

Gebyar 17 Jurug Persada Ngoro-Oro dimulai dengan jalan sehat diikuti warga Ngoro-Oro. Dimeriahkan gejog lesung, serta jatilan.
Wilayah Ngoro-Oro adalah wilayah perbukitan Gunungkidul sisi utara. Tidak jauh dari Gunung Api Purba dan memiliki potensi kesenian, kebudayaan, serta potensi alam yang dijadikan destinasi wisata.
Salah satunya wisata alam Jurug Gedhe. Memiliki view air terjun setinggi 25 meter. Wisata alam Jurug Gedhe memiliki paket wisata outbond, fun game, dan paket edukasi.

Salah satu paket yang sedang dikembangkan yaitu wisata live in. Bekerja sama dengan padukuhan setempat, dan mendongkrak jumlah kunjungan wisata.
Pengelola Jurug Gedhe Giyanto mengatakan wisata alam tersebut dibuka pada 2014. Pada perkembangannya mengalami peningkatan fasilitas maupun jumlah pengunjung.

Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan alam, juga disuguhi kesenian, kebudayaan, dan kearifan lokal. Pengelolaan Jurug Gedhe tidak terlepas dari kerja keras Pokdarwis dan Koperasi Wisata Jurug Gedhe.
“Gelaran Gebyar 17 Jurug Persada Ngoro-Oro sebagai upaya meningkatkan jumlah pengunjung wisata,’’ kata Giyanto.

Kepala Seksi ODTW Dinas Pariwisata DIY Wardoyo mengatakan acara tersebut dapat menjadi peluang menggerakkan potensi Ngoro-Oro. Baik potensi alam, budaya, sejarah, serta kerajinan. (*/a1/iwa/mg1)