JOGJA – Sampah rumah tangga di Kota Jogja menumpuk. Sebab, tidak ada satu pun truk pengangkut sampah yang beroperasi, Rabu (15/8). Itu akibat kembali rusaknya alat berat di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

”Sudah dua hari ini sampah tidak diambil,” keluh petugas pengangkut sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) Kelurahan Demangan kemarin.
Saking banyaknya volume sampah, beberapa TPS tampak overload. Akibatnya, tidak sedikit sampah yang tercecer di pinggir jalan. Kendati begitu, Bambang tidak mengetahui kapan tumpukan sampah ini bakal diangkut ke TPST.
”Karena alatnya (TPST, Red) rusak,” ucapnya.

Kepala Seksi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Ahmad Haryoko membenarkan bawah dua alat berat di TPST Piyungan mengalami kerusakan. Kerusakan pertama terjadi Sabtu (12/8). Saat itu rantai backhoe putus. Dua hari berikutnya giliran backhoe lainnya rusak.
”Hari Selasa kemudian (TPST, Red) ditutup total,” katanya.

Diakui, penutupan TPST berdampak buruk bagi penanganan sampah. Terutama di Kota Jogja. Haryoko menyebut sedikitnya ada 50 truk pengangkut sampah yang berhenti beroperasi sejak dua hari terakhir.
“42 truk yang biasa beroperasi di perkotaan. delapan truk lainnya mengangkut sampah di pasar,” ujarnya..

DLH, kata Haryoko, sudah berusaha untuk menuntaskan problem ini. Di antaranya dengan menghubungi pengelola TPST. Namun, pengelola hanya meminta DLH bersabar. Karena itu, Haryoko hanya dapat berpasrah. Lantaran hanya ada satu TPST di DIJ.

”Mau tidak mau ya sabar. Karena belum ada kepastian dari sana,” katanya.
Kerusakan alat berat di TPST bukan kali pertama. Senin (23/7) empat alat berat “kompak” mengalami kerusakan. Akibatnya, puluhan truk pengangkut sampah dari Bantul, Kota Jogja, dan Sleman harus mengantre di sepanjang jalan menuju lokasi pembuangan. (cr5/zam/mg1)