Kebut Perbaikan Dancing Fountain Alun-Alun

MAGELANG – Setelah ditunggu beberapa lama, teka-teki penutupan dancing fountain atau air mancur menari di Alun-alun Kota Magelang mulai terjawab. Perbaikan dan penyempurnaan demi tampilan yang lebih baik, ternyata hanya berkutat pada pergantian kabel.

Sejumlah pekerja melakukan perbaikan dengan mengganti sejumlah kabel di beberapa bagian. Koran ini sempat mengamati selama beberapa hari perbaikan air mancur. Penutupan dilakukan sejak ditutup dan sidak Komisi C DPRD Kota Magelang awal Agustus lalu.

Mencermati kabel-kabel yang ada di kolam yang sudah tidak penuh airnya, Rabu (15/6), terlihat ada dua kabel warna hitam yang tersambung dengan kabel abu-abu di bagian ujung, sebelum disambung kabel hitam lagi yang terhubung dengan lampu. Pekerja enggan menyebutkan secara detail spesifikasi kabel maupun maksud dan tujuan pergantian kabel.”Maaf, kami tidak bisa menjelaskan,’’ kata Ari, salah seorang pekerja.

Proyek dancing fountain ini menelan anggaran Rp 4,9 miliar dan diresmikan tepat pada malam tahun baru 2018, oleh Wali Kota Sigit Widyonindito. Namun akhir Juli lalu, pertunjukkan air mancur menari dihentikan dan area yang berisi kolam dengan panjang 72 meter serta lebar 6,5 meter tersebut ditutup.

Saat itu, menurut Kasi Pertamanan dan PJU Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Yetty Setyaningsih penutupan area dancing fountain adalah upaya pihaknya untuk perbaikan dan penyempurnaan tampilan. Ditegaskan, setelah beroperasional beberapa waktu, butuh perbaikan dan pemeliharaan. Hal ini yang mendorong pihaknya melakukan kontrak kerja dengan masa pemeliharaan hingga 22 September 2018, untuk pekerjaan yang selesai akhir Desember 2017 tersebut.

“Untuk musik, bahkan kami usulkan di anggaran perubahan agar penyempurnaan di sound systemnya. Inginnya suara yang keluar lebih menggelegar, seperti di GBK (Gelora Bung Karno, Red) Jakarta,” tandas Yetty. (dem/din/mg1)