Hutan kayu berperan sebagai pengatur tata air dan penyerapan karbon. Itulah yang terjadi di Dusun Gedoro. Efek hutan rakyat berpengaruh terhadap penyerapan karbon. “Jika dihuitung, penyerapan karbonnya bisa mengampu daerah lain,” kata Kepala Desa Nglegi Aripin.

Dia mendorong desa-desa lain turut melestarikan lingkungan melalui gerakan penghijauan. Desa Nglegi terdiri atas sembilan dusun. Yakni Dusun Klepu, Trukan, Nglegi, Nglampar, Kembang dan Dusun Gedoro. Lalu Dusun Padangan, Glagah dan Dusun Karang.

Kondisi Desa Nglegi boleh dibilang ijo royo-royo. Sukses menghijaukan desa itu tak lepas saat desa itu ikut lomba kampung iklim nasional 2012. Desa ini menjadi juara dan mendapatkan penghargaan di Istana Wakil Presiden.
Nah, dari situ pihaknya menindaklanjuti dengan menerbitkan peraturan desa. Isinya terkait penanaman pohon yang berdampak pada sumber air.

Keberhasilan menghijaukan desa itu melahirkan 80 kelompok tani yang mengelola hutan rakyat. Di antara sejumlah kelompok tani sudah ada yang memiliki sertifikasi. (kus/mg1)