PURWOREJO – Pituruh Expo (PE) menjadi sarana ruang pamer bagi produk lokal produksi warga Kecamatan Pituruh. Tahun ini, kegiatan yang digelar setiap Agustus tersebut diikuti 73 stan. Di luar itu, ada ratusan pedagang kaki lima memanfaatkan ruang kosong di luar arena utama. PE digelar selama tujuh hari mulai Selasa (14/8) hingga Senin (20/8).

Panitia terpaksa menolak minat dari pelaku usaha lain yang sebenarnya berharap turut berpartisipasi. Dari tahun ke tahun, jumlah yang mengikuti ekspo semakin banyak.”Kami tidak bisa menampung semua karena kapasitas yang sangat terbatas,” kata Ketua Panitia Pituruh Expo Muridan, Rabu (15/8).

Menurut Muridan, produk UMKM dari Pituruh akan diusulkan ke pemkab untuk diangkat menjadi ikon Pituruh. Dengan lebih dikenalnya produk lokal tersebut diharapkan akan mampu mengangkat produk lokal, sehingga bisa ekspansi ke luar daerah. Camat Pituruh Siti Choiriyah berharap rutinitas ekspo ini bisa meningkatkan produk UMKM. Dia juga meminta instansi dapat membantu penditribusian produk yang dihasilkan. Selain pameran produk usaha dan kuliner, setiap hari juga akan ditampilan berbagai kesenian rakyat. Pada puncak acara akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit.”Kegiatan ini harus dilestarikan,’’ tegasnya.

Asisten II Setda Purworejo Boedi Hardjono yang membuka kegiatan itu mengharapkan Pituruh Expo bisa memberikan wawasan yang lebih luas bagi UMKM untuk melakukan penjajagan situasi dan kondisi pasar. “Dari ekspo ini semoga pembangunan UMKM dapat terus diberdayakan. Karena selain mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, UMKM juga terbukti mampu bertahan dari berbagai macam krisis ekonomi,” kata Boedi. (udi/din/mg1)