SLEMAN – Memasuki era disrupsi, online education mulai diterapkan di beberapa perguruan tinggi. Hal tersebut tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi (TI) yang melahirkan inovasi pengubah nilai, perilaku, dan model bisnis.

Demikian disampaikan Direktur LPP TVRI Helmy Yahya dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNY di GOR UNY kemarin. “Teknologi informasi ini punya peran besar dalam membentuk generasi yang unggul,’’ ujar Helmy di depan 6.904 mahasiswa baru UNY.

Semua bisa dilakukan dengan cepat, mudah, dan banyak variasinya. ‘’Ini bisa dimanfaatkan para generasi muda Indonesia,” ujar Helmy.
Dikatakan, orang terkaya di dunia bukan lagi pebisnis minyak atau otomotif. Melainkan pebisnis teknologi informasi. Sekarang merupakan era sharing ekonomi yang memaksimalkan media online.

“Pada 2006 perusahaan besar masih didominasi minyak dan otomotif. Namun saat ini perusahaan besar yang bergerak di bidang IT dan informasi seperti Google, Amazon, FB, Alibaba mempunyai pendapatan lebih banyak,” kata Helmy.

Perlawanan konvensional tidak bisa mengalahkan teknologi. Teknologi memiliki sisi baik dan buruk, banyak bisnis hilang, tapi juga banyak bisnis baru muncul.
“Mindset mahasiswa harus diubah karena berbisnis menjadi serba digital melalui internet,” kata Helmy.

Lulusan University of Miami tersebut mengatakan yang bisa bertahan bukanlah yang terkuat atau paling pintar. Melainkan yang tercepat dalam melakukan perubahan.

Hadir dalam PKKMB UNY tersebut Kapolda DIJ Ahmad Dofiri dan Komandan Korem 072 Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni sebagai pembicara.
Dofiri menyampaikan materi tentang kebangsaan. Menurut dia, mereka yang bisa menempuh pendidikan di Jogjakarta merupakan orang beruntung. “Jogja merupakan miniatur Indonesia dan ini potensi luar biasa,” kata Dofiri.
Jogjakarta adalah bagian dari city of tolerance, maka dia menekankan pendidikan di kampus harus bersikap kebangsaan. Bisa menanamkan nilai nasionalisme.

Rektor UNY Sutrisna Wibawa mengatakan UNY mengalami lompatan luar biasa dari sisi animo. “Yang diterima adalah calon mahasiswa berkualitas dan punya prestasi. Harapannya para mahasiswa dapat lulus tepat waktu,” kata Sutrisna.
Dia berpesan agar mahasiswa baru memanfaatkan waktu dengan baik. Mengikuti ekstra kurikuler yang sesuai misi akademik. (ita/iwa/mg1)