SLEMAN – Memasuki putaran kedua Liga 2 Indonesia, capaian diperoleh PSS Sleman memang belum memuaskan. Dari dua laga, PSS Sleman hanya mencatatkan satu kemenangan di laga kandang dan sekali kalah saat tandang.
Kemenangan PSS Sleman diperoleh dari penghuni dasar klasemen Liga 2 Indonesia, Persiwa Wamena. Raihan poin penuh itu pun diperoleh dengan susah payah. Bermain di hadapan puluhan ribu penonton fanatiknya di Stadion Maguwoharjo, Dave Mustaine dkk hanya mampu unggu tipis 1-0 dari laskar Badai Pegunungan Tengah –julukan Persiwa. Sedangkan di partai tandang, di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, skuad Super Elang Jawa (Super Elja) takluk 0-1 dari Madura FC.


Pelatih Seto Nurdiyantara mengaku, hasil kurang memuaskan di dua laga putaran kedua, dikarenakan masih lemahnya chemistry antarpemain. ”Jeda ini ada waktu untuk menyatukan chemistry setiap pemain,” kata Seto kepada Radar Jogja, Selasa (14/8).

Ya, hal tersebut memang bisa dimaklumi. Pada putaran kedua, skuad Super Elja melakukan perombakan besar-besaran pada komposisi pemainnya. Tercatat ada enam pemain yang hengkang dari skuad Super Elja. Mereka yakni kiper Rizky Arya, Sahrul Kurniawan, Yudi Khoerudin, Ahmad Hisyam Tolle, Thaufan Hidayat, dan gelandag kaya pengalaman Syamsul Chaeruddin.

Keenam nama yang dicoret dari skuad, digantikan dengan nama baru yakni, Jodi Kustiawan, Try Hamdani, Amarzukuih, Rian Maizar, dan Taufiq Febrianto. PSS Sleman, juga akhirnya secara resmi bisa menggunaan striker naturalisasi Christian Gonzales, setelah sempat bermasalah dengan mantan klubnya Madura United.”Kami banyak kedatangan pemain baru, dimana beberapa langsung jadi starter. Sedangkan waktu untuk menyatukan mereka kemarin sangat minim,” jelas pelatih tengah menimba kepelatihan AFC Pro ini.

Bukan hanya itu, pada putaran kedua ini pun Seto banyak mengubah komposisi untuk menunjang skema yang diterapkan di lapangan. Seperti Rangga Muslim, yang sebelumnya kerap berada di bench, dalam dua pertandingan terakhir pun selalu masuk dalam starting eleven.

Sedangkan di lini bekalang, Seto pun masih mencari komposisi yang pas untuk menjadi tandem dari Jodi Kustiawan. Ditegaskan, pada masa jeda ada dua hal yang menjadi sorotannya. Pertama, persoalan fisik pemain dan yang kedua chemistrty antarpemain.

Nah, untuk meningkatkan chemistry ini, sejumlah program latihan sudah disiapkan. Termasuk, dengan mengadakan latih tanding dengan tim lokal maupun klub profesional.

Sementara itu Rangga Muslim mengaku masih butuh waktu untuk bisa menyatu dengan skuadnya. Biasa bermain dari bench, membuatnya canggung saat dimainkan dari babak pertama. ”Bebannya memang lebih berat saat dimainkan sejak babak pertama,” akunya. (bhn/din/mg1)