JOGJA- PSIM Jogja terus berusaha agar bisa kembali menggunakan menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) untuk menggelar pertandingan. Sebab, pasca kericuhan suporter yang menyebabkan seorang penonton tewas pada 26 Juli lalu, Polres Bantul masih membekukan izin pertandingan PSIM hingga waktu yang tidak ditentukan.

Wendy Umar
Ketua Panitia Pelaksana PSIM Jogja

Nah, fakta ini tentu berimbas pada keinginan Laskar Mataram –julukan PSIM Jogja untuk bisa menggelar laga persahabatan saat memasuki jeda kompetisi. Tidak hanya laga persahabatan, upaya ini juga dalam rangka melanjutkan SSA sebagai home base di putaran kedua Liga 2.


Ketua Panita Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja Wendy Umar mengatakan, panpel masih mengupayakan izin penggunaan SSA sebagai vanue pertandingan pada lanjutan kompetisi Liga 2 musim ini. Pihaknya, masih berusaha untuk melakukan negosiasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk melakukan audiensi dengan bupati dan jajaran kepolisian. “Kami sudah berkirim surat dan tinggal menunggu realisasi audiensi,” kata Wendy, Selasa (14/8).

Upaya negosiasi panpel, untuk mendapatkan izin SSA saat ini sebenarnya diuntungkan dengan adanya jeda. Waktu sebulan libur kompetisi ini, harus bisa dimanfaatkan oleh panpel untuk bisa mengetuk kembali pemangku kebijakan yang ada di Bumi Projotamansari.
Panpel sendiri mematok target bisa mendapatkan akses menggunakan SSA, sebelum kompetisi berlanjut. Bahkan, diharapkan pada saat laga uji coba, izin untuk menggunakan SSA sudah bisa terealisasikan. “Kami usahakan secepatnya dapat diselesaikan. Harapannya laga kandang tetap bisa diselenggarakan di DIJ,” jelasnya.

Menurutnya, jika pertandingan uji coba bisa digelar di SSA dan berlangsung aman, tentu menjadi jaminan untuk laga berikutnya. Memang sejauh ini, tidak terjadi masalah selama PSIM menggelar laga di SSA, hingga pada kericuhan derby DIJ tersebut terjadi.

Jika jadwal uji coba sudah pasti, maka panpel akan segera ajukan izinnya kepada pihak terkait. Panpel pun berupaya membuat pertandingan bisa aman. ”Hal tersebut bisa menjadi bukti komitmen kami di pertandingan-pertandingan berikutnya,” katanya.

Ditanya terkait alternatif stadion bilamana izin menggunaan SSA tetap tidak turun, Wendi mengatakan ada beberapa pertimbangan. Menurut dia, penggunaan stadion di sekitar DIJ lebih mudah didapat. ”Tapi kami ingin fokus pada masalah ini, agar PSIM bisa kembali ke SSA,” tambahnya. (bhn/din/mg1)