SLEMAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Daerah Istimewa Jogjakarta menjalin sinergi dengan perguruan tinggi (PT). Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan peranan KONI DIJ dalam membantu Pemerintah Daerah (Pemda) DIJ dalam membina dan mengembangkan olahraga prestasi.

Kerja sama dengan PT ini di antaranya dilakukan dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang memiliki Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Keberadaan UNY, dinilai mampu menjadi salah satu kampus pilihan bagi atlet maupun calon pelatih olahraga. Termasuk, kerja sama dengan KONI dalam pengembangan olahraga.

Ketua Umum KONI DIJ Prof Djoko Pekik Irianto menyampaikan kampus memiliki peran membantu dan memfasilitasi pelatihan olahraga seperti di GOR maupun stadion atletik dan sepak bola UNY. Peran lain yang bisa dilakukan yakni menyediakan tenaga psikolog untuk memberikan motivasi kepada para atlet.

Sebaliknya, KONI DIJ yang mewadahi 55 cabor, badan fungsional, dan KONI kabupaten/kota, juga bisa membantu mahasiswa UNY, dalam menjalankan praktik kepelatihan di klub maupun pengurus daerah (pengda) cabor. ”Saat ini kami juga telah mengadakan Puslatda untuk persiapan PON Papua sekitar 157 atlet. Dari jumlah itu 42 di antaranya mahasiswa UNY. Di Asian Games 2018 ada 11 atlet dari UNY,” jelas dia.

Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa menyambut baik kerja sama yang dijalin dan mendukung kelanjutan pendidikan bagi atlet berprestasi. Pada tahun ini pihaknya menyediakan kuota sekitar 30 persen untuk jalur prestasi.
Hal ini tidak hanya berlaku untuk program studi (prodi) keolahragaan saja, namun juga prodi lainnya seperti psikologi, yang menjadi pilihan bagi atlet balap sepeda pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Asian Games 2018 Linton Evangelina. Menurutnya, UNY mendukung atlet untuk mengembangkan prestasinya. Sedangkan terkait fasilitas olahraga, dia setuju untuk disinergikan.”Karena ini bagian dari tugas kampus untuk kembangkan prestasi olahraga di DIJ,” jelasnya. (bhn/din/mg1)