GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA

Usia 16-25 Tahun Mendominasi Jumlah Pelaku Kecelakaan

JOGJA – Lima nyawa melayang di jalanan setiap empat hari selama enam bulan pertama 2018. Angka ini merupakan rata-rata jumlah korban tewas dalam kecelakaan di wilayah hukum Polda DIJ. Adapun akumulasi jumlah korban tewas selama semester pertama 2018 sebanyak 225 jiwa. Dengan total kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) sebanyak 2.121 kali.

“Dari beragam penyebab lakalantas, kelalaian pengendara paling mendominasi,” ungkap Kasi Pelanggaran, Subdit Penegakan Hukum, Ditlantas Polda DIJ Kompol Aris Waluyo, Selasa (14/8).

Selain korban tewas, Ditlantas Polda DIJ mencatat 13 korban luka berat dan 2.842 lainnya luka ringan. Dari jumlah tersebut angka lakalantas di jalan raya wilayah Sleman dan Bantul paling mendominasi. Sedangkan angka kasus lakalantas di Kota Jogja menjadi yang terendah. “Di wilayah Sleman dan Bantul tinggi karena kondisi ruang pergerakannya cenderung lengang. Ruas jalan panjang dan lebar, sehingga membuat pengendara terlena,” jelas Aris.

Dikatakan, kasus lakalantas yang ditangani Polres Bantul sebanyak 764 perkara. Sebanyak 71 korban meninggal dan 1.072 luka ringan. Total kerugian materiil mencapai Rp 326,09 juta. Sedangkan Polres Sleman mencatat 713 kasus lakalantas, dengan 79 korban meninggal, 1 korban luka berat, dan 829 lainnya luka ringan. Nilai kerugian materiil Rp 460 juta.

“Dibandingkan tahun lalu (semester yang sama, Red) angka kecelakaan menurun. Namun, jumlah korban jiwa justru meningkat,” jelasnya. Adapun korban tewas pada semester pertama 2017 sebanyak 222 jiwa.

Menurut Aris, pelaku kecelakaan didominasi pengendara usia 16 hingga 25 tahun. Tercatat 550 kasus dialami pengendara kendaraan bermotor dalam rentang usia tersebut. Sementara peringkat kedua usia 31 hingga 40 tahun dengan 287 kasus.

Kasus lakalantas berakibat fatalitas umumnya terjadi dini hari. “Jika dulu didominasi tikungan jalan, saat ini merata. Bahkan sejumlah kecelakaan didominasi di ruas jalan yang sepi dan halus,” papar Aris.

Guna mengurangi angka kecelakaan dan fatalitas, Ditlantas Polda DIJ menerapkan tujuh prioritas. Tindakan ini menyasar tujuh pelanggaran yang terjadi selama berkendara. Terutama jenis pelanggaran yang terlihat kasat mata.

Antisipasinya dengan skala priotitas penilangan. Berupa pelanggaran batas kecepatan, tidak pakai helm, safety belt, pengendara anak dibawah umur, mengonsumsi minuman keras, melawan arus, dan menggunakan gadget saat berkendara. (dwi/yog/mg1)