BIAS merupakan bulan diselenggarakannya imunisasi lanjutan pada anak Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah(MI)/sederajat sebagai ulangan untuk tetap mempertahankan dan memperpanjang masa kekebalan pada anak yang telah mendapatkan imunisasi sebelumnya. Pada bulan Agustus di Kota Yogyakarta dilakukan imunisasi tahap 1, yaitu campak pada anak kelas 1 SD/MI. BIAS tahap 2 direncanakan pada bulan November dengan imunisasi DT untuk kelas 1 SD/MI dan Td untuk kelas 2 SD/MI.

BIAS merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Usaha Kesehatan Sekolah(UKS), sehingga dukungan dari pihak penyelenggara pendidikan dan orang tua siswa sangat diperlukan bagi keberhasilan BIAS. Dukungan yang diberikan dapat berupa penyediaan tempat yang sesuai untuk persiapan dan penyuntikan vaksin serta data-data pendukung dari orangtua (riwayat penyakit pernah dan sedang diderita anak).

Hal-hal tersebut diperlukan untuk mencegah dan mengurangi efek yang tidak diinginkan, seperti trauma pada anak dan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). KIPI umumnya ringan dan tidak terjadi pada individu yang sehat serta tidak memiliki factor risiko atau kontraindikasi terhadap agen maupun zat dalam vaksin. Sebab itu informasi orangtua tentang kondisi anak harus diberikan dengan lengkap dan sebenarnya kepada pihak sekolah maupun petugas kesehatan.

Banyak informasi yang salah dan simpang siur yang beredar di masyarakat berkaitan denga nimunisasi, vaksin, manfaat imunisasi maupun KIPI. Selayaknya setiap orang meminta informasi yang benar dan terpercaya dari penyelenggara imunisasi.Karena kemanfaatan imunisasi lebih besar, terutama berkaitan dengan hak anak terhadap kesehatan. Peran orang tua, sekolah dan perangkatnya serta petugas pelayanan kesehatan sangat diperlukan dalam menyukseskan BIAS. Keberhasilan BIAS akan mendukung peningkatan derajat kesehatan komunitas/masyarakat dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia(IPM) Indonesia. (*/mg1)