Pramuka Miliki Energi Luar Biasa

PURWOREJO – Diberikan nilai sejak dasar, Pramuka menjadi salah satu kegiatan yang bisa menginspirasi perjalanan seseorang hingga dewasa. Penanaman nilai-nilai sosial akan membentuk sebuah pribadi yang kuat dan berkarakter hingga akhir hayat

Hal itu disampaikan Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya usai mengikuti peringatan Hari Pramuka Kabupaten Purworejo di Alun-Alun Kutoarjo, Selasa (14/5). Dipimpin langsung Wakil Bupati Yuli Hastuti, kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah yang ada di sekitar Kutoarjo.
“Pramuka itu dari kecil menggelora, membumi dan sangat menginspirasi kita hingga dewasa ini,” kata Kapolres. Itu tidak beralasan, karena dalam Pramuka sejak awal telah ditanamkan beberapa pegangan mulai dari Dwi Dharma, Tri Satya hingga Dasa Dharma.

Dari penanaman itu ada value atau nilai yang bisa dipetik seseorang, di mana dia akan menjadi sosok yang disiplin, jujur, sederhana, bertanggung jawab, berani dan lainnya. “Diamalkan saja Dasa Dharma itu, kita akan menjadi seseorang yang luar biasa dan sangat berkarakter,” tambah Kapolres.

Dikatakan, panggilan akrab dalam Pramuka yakni Kakak, juga memiliki makna tersendiri. Seseorang haruslah selalu berjiwa muda yang mana akan selalu memiliki energi untuk membangun ke depan dan lebih baik.

“Tidak kalah penting adalah amalan utama yang diberikan saat di bangku sekolah dasar, di mana ada ungkapan di mana kita harus berbakti kepada ibundanya. Ini penting karena di bawah telapak kaki ibulah surga kita itu ada. Ini telah tertanam sejak dasar dan jika dilakukan mulai dari pranata sosial terkecil yakni keluarga, saya yakin semuanya akan menjadi indah,” papar Teguh.

Ia berharap dalam tema peringatan Hari Pramuka yakni Pramuka Perekat NKRI, Kapolres melihat itu memang tepat. Persatuan menjadi kunci dari semuanya, dan semua harus terucap dari hati dan tidak hanya sekedar di bibir semata. “Jangan hanya lypsinc. Semua modalnya persatuan dan kesatuan, dan akan menjadi omong kosong saja kalau tidak dilakukan,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Purworejo Akhmad Kasinu mengungkapkan, Pramuka telah menjadi ekstra kurikuler wajib yang dilakukan di Purworejo dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Diberikan minimal seminggu sekali, setiap pembina harus melakukan tugasnya sesuai dengan syarat kecakapan umum (SKU) serta syarat kecakapan khusus (SKK) yang ada.

“Biasanya kegiatan Pramuka di Purworejo itu dilaksanakan di hari Jumat atau Sabtu. Waktunya tidak meningkat dan kalau hari Jumat biasanya dari jam 14.00-16.00,” ujar Kasinu.

Mendapatkan alokasi APBD murni setiap tahunnya sebesar Rp 400 juta, khusus untuk Kwarcab yang masuk dalam kegiatan Didikpora, Kasinu mengatakan nilai itu sebenarnya masih kurang. Angka itu bertahan cukup lama dan tidak mengalami perubahan.

“Jika memang mengarah ke Pramuka Prestasi sebenarnya memang nilainya masih kurang. Selama ini memang Kwarcab hanya memback up, sementara yang lebih banyak berusaha adalah sekolah,” jelas Kasinu. (udi/laz/mg1)