DIJ Menjadi Percontohan SDGs
JOGJA – UNICEF mengusulkan DIJ agar memprioritaskan pembangunan yang berhubungan dengan anak-anak. Tepatnya dalam pelaksanaan rencana aksi daerah (RAD). Dari 17 goals, lebih dari 170 target, dengan 240 indikator, perlu usaha besar untuk menuntaskannya.

“Untuk melakukan itu, lebih strategis kalau dikerjakan satu per satu. Kami usulkan investasi dan fokus ke anak-anak. Tujuan pembangunan bekelanjutan yang ada hubungannya dengan anak-anak didahulukan,” jelas Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa Arie Lukmantara saat ditemui usai menghadiri peluncuran RAD DIJ 2018-2022 di Kepatihan, Senin (13/8).

Arie optimistis dengan mencapai SDGs yang berkaitan dengan anak-anak, akan mendorong target SDGs lainnya. Alasannya, ketika anak-anak sehat, berpendidikan, hidup di lingkungan yang aman dan sehat, mereka akan berkontribusi pada ekonomi daerah.

UNICEF, lanjut Arie, menginginkan DIJ sebagai percontohan untuk SDGs dengan program yang fokus untuk anak. Sebab, indikator Jogja terkait pembangunan manusia sangat tinggi.
“Secara tidak langsung dapat memengaruhi pembangunan infrastruktur untuk tumbuh kembang dengan optimal,” tambahnya.

Menurutnya, provinsi selain DIJ dan Riau akan berlomba mengeluarkan RAD yang memperhatikan anak-anak.
“Tantangannya adalah bagaimana dua provinsi ini (DIJ dan Riau) bisa menginspirasi provinsi lain,” ujarnya.

Gubernur DIJ Sri Sultan HB X menyatakan, pihaknya membenarkan keterkaitan tersebut. Karena kesehatan anak dan pendidikan anak tidak lepas dari kesejahteraan orang tuanya. Termasuk tidak putus sekolah SMP atau SMA.
“Masalah itu harus berkait. Jaminan sekolah, pendidikan, jaminan kehidupan, dan jaminan sehat. Kan gitu,” ujarnya.

HB X menegaskan, pengertian anak-anak jangan hanya dipersempit saat waktu kecil, namun bagaimana mereka dapat mengalami kehidupan yang lebih sejahtera dari orang tuanya. (tif/zam/mg1)