JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari produsen sepatu kenamaan Crocs. Produsen sepatu yang menawarkan kenyamanan ini memutuskan menutup dua pabrik di Italia dan Meksiko serta sepertiga dari toko di seluruh dunia untuk memangkas biaya.

Dilansir dari jpnn.com, rencananya mereka melakukan outsourcing (alih daya) ke negara yang masih dirahasiakan. Hal itu terjadi setelah Crocs menutup 28 dari tokonya di seluruh dunia, bahkan rencananya menutup sampai 132 toko hingga akhir tahun ini, seperti dilaporkan The Sun, Selasa (14/8).

Sepatu Crocs ini sempat hits di berbagai belahan dunia berkat kenyamanan yang ditawarkan. Tapi, sepatu ini dipandang gagal dari segi desain dan fesyen.

Tahun lalu Crocs berusaha kembali dengan strategi pemasaran yang ditingkatkan dan nuansa baru yakni sepatu hak tinggi. Petinggi Crocs Christopher Kane membawa produk ini menjadi sorotan pada musim semi dan musim panas 2017.

“Kami berharap pertumbuhan e-commerce dua digit dan pertumbuhan grosir moderat menjadi lebih baik untuk mengimbangi pendapatan ritel dengan perubahan model bisnis,” ujarnya. (mg3/jpnn/ila)