JOGJA – Ojek online (ojol) dan pemilik kendaraan luar Jogjakarta mendominasi pelanggaran larangan parkir. Mayoritas pelanggaran terjadi di sejumlah ruas jalan strategis. Di antaranya Suryatmajan, persisnya sisi selatan Stasiun Kereta Api Tugu, sekitar pertigaan Bandara Internasional Adisutjipto dan kawasan Cik Di Tiro.

Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Bagas Seno Aji tidak menampik pelanggaran terus terulang. Padahal, jajarannya bersama Ditlantas Polda DIJ gencar melakukan operasi. Bahkan, ada tindakan tegas berupa penggembokan dan penilangan sesuai aturan yang dilanggar.
“Melanggar Pasal 106 ayat (4) huruf tentang aturan perintah atau larangan sesuai rambu lalu lintas, ditindak dengan Pasal 287 ayat (1) UU No 22/2009,” jelasnya saat penindakan di ruas jalan Cik Di Tiro Senin (13/8).

Sejumlah titik yang menjadi langganan pelanggaran adalah kawasan Rumah Sakit Panti Rapih dan sisi selatan Stasiun Tugu. Peringatan hingga penindakan telah berulang kali terjadi. Sayangnya efek jera tersebut belum efektif mengurangi angka pelanggaran.

Dalam penertiban kali ini, Dishub DIJ turut menyoroti sisi utara RS Panti Rapih. Kawasan yang sedang berlangsung proyek pembangunan tersebut menjadi lahan parkir pekerja bangunan. Padahal ada larangan berupa tanda biku-biku, rambu hingga spanduk larangan.

“Setelah kami datangi mayoritas kendaraannya plat luar Jogjakarta. Tapi tetap tidak boleh. Apalagi jika pemilik kendaraan sudah punya SIM, harusnya paham aturan dan larangan rambu,” tegasnya.

Dilokasi ini Dishub DIJ dan Ditlantas Polda DIJ mendapati sejumlah kendaraan roda dua yang melanggar. Meski pintu utara tidak difungsikan namun kawasan tersebut merupakan perlintasan ambulans. Artinya ada prioritas jalan yang terganggu akibat pelanggaran parkir.

Guna mengoptimalkan aturan, Dishub DIJ berencana menambah rambu dan marka jalan. Khususnya marka biku-biku berwarna kuning di sejumlah ruas jalan. Jajarannya juga menghimbau pemilik usaha menyediakan lahan parkir yang tidak menjorok ke arah badan jalan.

“Hingga September, Dishub DIJ akan gencar operasi, setidaknya delapan kegiatan dalam satu bulan. Selain empat kawasan rawan juga titik keramaian lainnya,” ujarnya.

Kompol Aris Waluyo.
(DWI AGUS/RADAR JOGJA)

Kasi Gar Subdit Gakkum Ditlantas Polda DIJ Kompol Aris Waluyo memastikan sanksi berlaku tegas. Tidak ada alasan mengetahui aturan, terutama pelanggar dari luar Jogjakarta. Terlebih sejumlah rambu dan marka telah terpasang di sepanjang ruas jalan.

Terkait rambu dan marka, Aris menyarankan pemasangan di sejumlah titik dekat rumah sakit. Pertimbangan utama adalah kawasan perlintasan ambulans. Bahkan dalam perundang-undangan jelas tercantum skala prioritas utama bagi ambulans pasien.

“Kondisi emergency harus diutamakan, termasuk akses jalannya. Seperti kawasan RS Sardjito sekarang sudah steril, padahal dulu ramai parkir dan PKL,” jelasnya. (dwi/mg1)