JOGJA – Para siswa SD Tumbuh 3 Jogja langsung berteriak histeris begitu Koko dan Ocha, dua burung hantu yang mencoba terbang mendekati mereka. Tapi mereka begitu bersemangat dan berebut untuk menyentuh kucing.

“Nggak takut, kalau kita tidak menyakiti hewan dia juga tidak akan menyakiti,” ujar salah seorang siswa SD Tumbuh 3 Meimei ketika berinteraksi dengan hewan yang dibawa oleh penggiat Jogja Hobi Satwa di sekolahnya, Senin (13/8).
Selain kucing dan burung hantu, ada beragam satwa lain yang dibawa. Yakni, sugarglider, berang-berang, ular dan iguana.

Seorang anggota Penggiat Jogja Hobi Satwa Andi Vj mengatakan pengenalan satwa bagi anak-anak tersebut dimaksudkan untuk menyayangi hewan sejak dini. Di antaranya dengan tidak menyakiti hewan. “Dengan memelihara hewan, anak-anak juga punya aktivitas selain hanya bermain games,” ujarnya.

Andi yang berasal dari Jogja Owl Community menambahkan, sesuai dengan permintaan sekolah, siswa juga diberikan materi perkembangbiakan hewan. Seperti burung hantu yang berkembang biak dengan bertelur.

“Kalau anak sudah tahu, mereka bisa belajar cara memelihara,” tuturnya.
Harapan yang sama juga diungkapkan Sonny yang kemarin membawa beberapa koleksi reptil. Menurut dia, selama ini orang tua cenderung melarang anaknya bermain dengan hewan reptil karena berbahaya. Pemahaman seperti itu dinilainya keliru, karena hewan reptil tidak berbahaya.
“Yang kami ajarkan jika menemukan reptil jangan dipegang karena itu bukan untuk dipegang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SD Tumbuh 3 Jogja Sri Rahayu Widyastuti mengatakan kegiatan pengenalan satwa tersebut, selain sesuai dengan materi pembelajaran, juga untuk mengenalkan cara memperlakukan dan merawat hewan.
“Sekaligus kampanye pada orang di sekitar mereka untuk ikut merawat mahluk hidup di sekelilingnya,” jelas dia. (pra/mg1)