MAGELANG – Fenomena semakin berkurangnya murid pada sekolah tingkat dasar dialami beberapa sekolah di Kota Magelang. Bahkan, SDN Kramat 4 Kota Magelang yang merupakan salah satu sekolah favorit juga mengalami kekurangan peserta didik dalam tahun ajaran baru ini.

Sekolah yang beralamat di Jalan Jeruk Timur IV tersebut, setidaknya sudah empat tahun terakhir, jumlah siswanya terus berkurang sekitar 20 persen. Jika sebelumnya setiap tahun ajaran mencapai sekitar 160-an siswa, tahun ajaran ini hanya berkisar 130-an siswa. “Standarnya, jumlah siswa per kelas 28 orang. Saat ini, jumlah siswa per kelas rata-rata 22 anak,” kata Kepala SDN Kramat 4 Walgito A, Senin (13/8).

Ditegaskan Walgito, penurunan jumlah siswa SD tidak hanya terjadi di sekolahnya, namun terjadi di hampir sekolah tingkat dasar secara keseluruhan. Dia mengkaitkan kekurangan jumlah murid dengan fenomena lulusan TK. “Secara umum, penurunan jumlah siswa tidak hanya terjadi di sini saja, namun juga sekolah lain. Memang dari lulusan taman kanak-kanak juga sudah sedikit, sehingga akhirnya jumlah yang masuk SD berkurang,” tutur Walgito.

Fenomena jumlah siswa yang semakin sedikit, menurut Walgito justru menjadi cambuk untuk semakin baik dalam memberikan pelayanan. Karena secara otomatis akan membuat perhatian kepada siswa lebih bagus dan maksimal. Jumlah anak pun lebih ideal jika tidak terlalu banyak. “Meski demikian, kami akan berupaya melakukan pembenahan. Apalagi bangunan sekolah sini juga merupakan salah satu yang bagus dan representatif di Kota Magelang,” ungkap Walgito.

SDN 4 Kramat sendiri akan melakukan pembenahan dan perbaikan. Hal yang sudah dilaksanakan antara lain soal pelayanan. Kemudian berjanji akan lebih berdisiplin, salah satunya soal jam masuk tepat pukul 07.00. Termasuk tidak ada pulang lebih awal karena pelajaran kosong. “Semoga dengan pembenahan-pembenahan ini akan kembali meningkatkan angka siswa yang bersekolah di sini hingga maksimal,” tandas Walgito.

SDN 4 Kramat tersebut menjadi tempat yang dikunjungi Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito beserta jajarannya untuk upacara bendera. Melihat fenomena tersebut, Sigit meminta pihak sekolah tetap memaksimalkan pelayanan kepada siswa. Apalagi di mata orang nomer satu Kota Magelang tersebut, SDN Kramat 4 Magelang pernah menjadi sekolah unggulan dan menjadi favorit warga untuk menyekolahkan anak mereka.

Menurutnya, memang jumlah siswa yang masuk di sekolah-sekolah ini terus mengalami penurunan. Bisa jadi karena program Keluarga Bencana (KB) berhasil. Yang jelas dia mendukung kepala sekolah dan guru-guru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anak-anak didik. “Pertahankan terus kualitas pelayanan, jangan stagnan ataupun menurun,” pinta Sigit. (dem/din/mg1)