Sri Sultan Hamengku Buwono IX memiliki jasa yang sangat istimewa bagi Republik Indonesia. Tak hanya jasa dalam kemerdekaan, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pun memilii jasa besar dalam Gerakan Pramuka. Bekat jasanya tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dinobatkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan peletak tonggak-tonggak penting gerakan kepanduan di Indonesia. Beliau menginisiasi pengindonesiaan gerakan kepaduan. Gerakan kepaduan disesuaikan dengan semangat bangsa Indonesia.
Bahkan, Sri Sultan HB IX sudah memiliki keinginan menyatukan berbagai organisasi kepanduan pada tahun 1945. Saat itu, berbagai organisasi kepanduan berdiri sendiri dan tak terkoordinasi.

Pada sekitar tahun 1950, terbentuk organisasi kepanduan bernama . Ikatan Pandu Putra Indonesia (Ipindo). Sri Sultan HB IX didaulat menjadi ketua.
Pada 9 Maret 1961, Presiden RI Soekarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Panitianya terdiri Sri Sultan HB IX, Prof Prijono (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Dr Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi, dan Pembangunan Masyarakat Desa). Panitia itu membahas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sehingga terbit Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961.

Namun, secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada 14 Agustus 1961. Yakni, saat Presiden RI Soekarno menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961.

Selain itu, pada 14 Agustus 1961 juga dilaksanakan pelantikan Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas), Kwartir Nasional (Kwarnas) dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan HB IX terpilih sebagai ketua Kwartir Nasional. Ketua Mapinas adalah Presiden RI.

Sri Sultan HB IX menjabat sebagai ketua Kwarnas Gerakan Pramuka selama empat periode berturut-turut dengan lama pengabdian selama 13 tahun. Rinciannya, masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970, dan 1970-1974.
Sri Sultan HB IX berhasil membangun Gerakan Pramuka dengan gemilang. Beliau berkiprah sejak era kepanduan hingga berubah menjadi era kepramukaan.

Jasa luar biasa yang ditorehkan Sri Sultan HB IX tersebut dicatat dengan tintas emas. Ketika diselenggarakan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka di Dili (dulu Timor Timur, sekarang menjadi ibukota Negara Timor Leste), Sri Sultan HB IX dikukuhkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Pengangkatan tersebut dinyatakan dalam Surat Keputusan Nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka.

Sri Sultan HB IX berhasil meraih sejumlah prestasi di bidang kepramukaan ini. Untuk tingkat nasional, beliau memperoleh penghargaan dari Presiden Soeharto sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka pada 1974 dan menerima anugerah Lencana Tunas Kencana dari Presiden Soeharto pada 1984.
Sedangkan di tingkat internasional, Sri Sultan HB IX meraih penghargaan tertinggi kepramukaan dunia yakni Bronze Wolf Award dan Boy Scout of Amerika. Beliau juga terlibat dalam organisasi kepanduan dunia Wolf Organization of Scout Movement.

Setelah tak menjadi ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, jiwa Pramuka tetap terpatri pada diri Sri Sultan HB X. Beliau tetap aktif mengikuti kegiatan kepramukaan.

Suatu hari, Sri Sultan HB X mengunjungi ke kampung-kampung di Yogyakarta dengan mengendarai mobil. Ada beberapa anak yang ”menghadang” mobil tersebut. Warga tersebut meneriakkan, ”Salam Pramuka”.

Mendengar teriakan tersebut, Sri Sultan HB X menghentikan laju mobil yang dikendarainya. Belia segera membalas Salam Pramuka tersebut. Beliau pun tesenyum. Bahkan, beliau mengantarkan anak-anak tersebut pulang ke rumah masing-masing dengan mobilnya. (*/amd/mg1)