MAKIN MERAH: Pembentangan bendera raksasa dengan berat 2,5 kuintal juga disertai pemasangan 1.300 Merah Putih di kawasan Embung Nglanggeran, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-73 RI. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

GUNUNGKIDUL – Pembentangan Merah Putih raksasa ukuran 42×28 meter di kawasan ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, berjalan sukses. Tidak ada kendala berarti. Lambang negara Indonesia itu akan terus terbentang di lereng gunung sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Hari Sukmono mengatakan, agenda membentangkan Merah Putih tersebut melibatkan 73 orang. Tim terdiri atas TNI-Polri, pokdarwis, dan masyarakat setempat.

“Sengaja kami menunjuk 73 orang karena kami ingin mengambil momentum memperingati 73 tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Hari Sukmono ditemui di sela acara pembentangan Merah Putih raksasa di parkiran Embung Nglanggeran, Senin (13/8).

Dia menjelaskan, persiapan pembentangan Merah Putih berlangsung lebih dari sepekan. Penjahit kainnya merupakan warga Desa Nglegi, Patuk, bernama Ridwan. Dia menjahit kain dengan bobot kurang lebih 2,5 kuintal dengan panjang 26 roll seorang diri di lapangan terbuka. Butuh waktu dua minggu Ridwan menyelesaikan tugasnya. “Begitu selesai, langsung dibawa ke lokasi,” ujarnya.

Menurut hari, acara membentangkan bendera raksasa ini dibiayai oleh APBD Kabupaten Gunungkidul. Total dana yang dikeluarkan untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-73 RI itu sebesar Rp 150 juta. “Bendera raksasa dan peralatan pendukung (menelan) dana Rp 48 juta,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat membentuk gotong royong bersama antara pemerintah, dinas, masyarakat, TNI dan Polri. Pariwisata di Gunungkidul dapat digarap bersama-sama untuk mensejahterakan masyarakat dan dapat mengurangi angka kemiskinan.

Sementara itu, pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran Sugeng Handoko mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada simbol negara. Dampaknya cukup luas, karena setelah terbentang bisa menambah daya tarik wisatawan yang berlibur di Gunung Api Purba. “Kami bersyukur acara berlangsung sukses,” kata Sugeng.

Di bagian lain, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asty Wijayanti mengatakan, pemilihan Ngelanggeran sebagai lokasi pembentangan bendera raksasa sekaligus bertujuan untuk mengenalkan tempat wisata ini kepada masyarakat luas. “Ngelanggeran termasuk dalam 13 geosite yang ada di Gunungkidul, dengan acara ini cukup efisien,” kata Asti.

Lebih jauh dikatakan, Geopark Gunungsewu memiliki luas sekitar 1.802 kilo meter persegi, dan terdapat 33 geosite. Di Gunungkidul 13 lokasi, Pacitan 13 lokasi, dan Wonogiri 7 lokasi.

Gunungsewu sudah masuk dalam Global Geopark Network (GGN) di konfrensi Asia Pasific Global Networkoleh UNESCO di Sanin, Kaigan, Jepang, Sabtu, 19 September 2015. Masuknya Gunungsewu ini bersama dengan 120 Global Geopark dari 33 negara. (gun/laz/mg1)