MAGELANG – Alfius Maufani merebut Sabuk Emas Wali Kota Magelang setelah menang angka atas petinju peringkat 5 nasional asal Master Camp Magelang, Master Suro, di ajang Magelang Big Fight di GOR Samapta, Sabtu (11/8).

Sedangkan Sabuk Emas Bupati Purworejo direbut oleh Roy Raharja yang menang atas Hendy Luis. Di partai puncak yang memperebutkan gelar juara nasional antara Roy Mukhlis dan Isack Letidena Yunior berakhir draw. Sebanyak 15 partai digelar gratis, terdiri dari 10 partai amatir sebagai partai eksebhisi, ditambah lima partai profesional.

Supervisor pertandingan Adrian Ingratubun mengatakan, karena Roy dan Isack benturannya di akhir ronde dua, maka diputuskan draw. Keputusan Roy tidak bisa melanjutkan pertandingan diambil dokter yang menyatakan kondisi Roy berbahaya. “Akibat luka ini, pandangan petinju tidak jelas, sehingga tidak fokus. Untuk peluang tanding ulang tergantung promotor dan kedua petinju,” ungkap sekjen KTPI (Komite Tinju Profesional Indonesia) ini.

Isack dari Kolbat BC Jakarta juga menyayangkan kejadian ini. Ia merasa tidak menyangka pergerakannya berakibat benturan di kepala. Padahal, di ronde pertama merasa sudah bermain bagus dan yakin mampu meng-KO Roy di ronde lima. ”Saya siap tanding ulang,” jelas mantan Juara WBO Asia Pasific ini.
Rasa kecewa juga ditunjukkan Roy dari PT UBS BC Surabaya. Mantan Juara PABA ini mengaku belum puas dengan pertandingan ini dan siap melakukan tanding ulang. “Kecewa atau tidak, namanya pertandingan hal seperti ini biasa. Yang jelas saya belum puas,”tegasnya.

Promotor Magelang Big Fight Milasari menilai secara umum semua pertandingan berjalan lancar dan bagus. Tidak ada bentrokan atau petinju yang marah dan protes. Hanya saja, penonton kurang banyak. Panitia lokal ke depan harus bisa membawa lebih banyak lagi penonton. (dem/din/mg1)