Solid tak tergoyahkan. Senantiasa bersemangat, kompak, loyal dan selalu menjaga gaya hidup sehat. Seruan itulah selalu disampaikan H Suryono dalam berbagai acara. Termasuk saat memberikan sambutan di depan peserta senam massal bersama Komunitas Sekar Taji Mlati-Gamping di Lapangan Warak, Sumberadi, Mlati, Sleman, Minggu (12/8).

Senam diikuti 45 kelompok sanggar dan lebih dari 2.000 peserta. Acara didahului dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatum. Dilanjutkan senam aerobik dipandu duet instruktur Adi dan Camik plus para instruktur dari Komunitas Sekar Taji.

Suryono yang juga menjabat ketua Komunitas Sekar Taji mengapresiasi antusiasme masyarakat. Terbukti dengan banyak peserta yang mengikuti senam tersebut. Terlebih kegiatan berjalan lancar. “Ini baru wilayah Mlati dan Gamping,” ujarnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai bong supit ini menjelaskan, senam itu dalam rangka memperingati HUT ke- 73 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi puncak peringatan hari lahir (harlah) pertama Klinik As-Waja Bedingin. Sebelum senam, berbagai kegiatan dihelat seperti cek kesehatan gratis hingga sunatan massal. “Bersama Komunitas Sekar Taji kami mengajak masyarakat untuk membudayakann hidup sehat. Gaya hidup sehat harus konsisten dipraktikkan dalam keseharian,” ajak pemilik Klinik As-Waja Bedingin ini.

Sebagai bong supit, Suryono yang populer dengan jargon khas ora lara, ora lara ini menambahkan, kegiatan itu sebagai upaya mendukung gerakan Sleman sehat, cerdas, dan berkualitas. “Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” lanjut ayah tiga anak ini.

Setelah mengikuti senam, berbagai doorprize menanti peserta. Mulai dua buah kulkas, tiga unit televisi, lima dispenser, 10 kompor gas dan dua sepeda gunung. Total hadiah mencapai Rp 15 juta. Acara makin meriah dengan kehadiran anggota DPR RI Gandung Pardiman dan beberapa tamu kehormatan seperti Nurkholis Suherman dan Ahmad Yulianto.

Gandung mengapresiasi acara yang diinisiasi Suryono bersama Komunitas Sekar Taji tersebut. Selain ajang silaturahmi, dapat menjadi sarana mengkampanyekan gaya hidup sehat. Menurut Gandung caranya mudah. Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap harinya. “Contoh mudahnya ya seperti senam pada pagi hari ini, senam sak isane. Bila dikerjakan setiap hari badan akan lebih sehat, bugar, dan tampak lebih awet muda,” katanya.

Gandung berpesan kepada Suryono agar menumbuhkembangkan kegiatan semacam itu. Bila perlu diadakan secara rutin. Melihat potensi, dia mendorong Suryono lebih luas mengabdikan diri kepada masyarakat di Kabupaten Sleman. “Tentu saja dalam hal apapun. Baik peningkatan kesehatan maupun kesejahteraa. Bagaimanapun juga kita harus bisa ngayomi dan ngayemi rakyat,” harapnya.

Harapan Gandung itu diamini oleh sejumlah peserta senam. Salah satunya disampaikan Didik Supriharyanto, yang tinggal di kawasan Cebongan. Dia datang bersama keluarga mengikuti senam tersebut. Dia setuju acara tersebut menjadi tradisi yang diadakan secara tetap dan ajek. “Menjaga dan memelihara kesehatan harus dilakukan sejak dini. Kesehatan mahal harganya,” ucap Didik yang mendapatkan doorprize televisi. (*/mg1)