KEMAH ANTARSAKA: Ketua Kwarcab Sleman Arif Haryono membuka langsung acara yang diadakan untuk menyambut Hari Pramuka di Embung Kali Aji, Turi, Sleman. (SURONO FOR RADAR JOGJA)

TAK lupa pada sejarah. Itu menjadi salah satu amanat yang dijalankan dalam kegiatan kepramukaan. Tak heran, pada peringatan Hari Pramuka ke-57 anggota Pramuka DIJ mengadakan ziarah ke TMP Kusumanegara.

”Ziarah ke makam pejuang dilakukan Jumat (10/8). Pada acara ziarah makam di TMP Kusumanegara ini diikuti Kwartir dan Kwarcab dan para Gugus Depan yang ada di DIJ dan Jateng,” ujar Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIJ Sri Budoyo.

Dia mengatakan, rangkaian ziarah Pramuka DIJ juga dilakukan ke makam Ki Hajar Dewantara di Taman Makam Wijaya Brata dan makam Sri Sultan HB IX di Imogiri, Bantul. Selain para pahlawan, Pramuka DIJ juga melakukan ziarah para tokoh-tokoh Pramuka.

”Tujuan dari kegiatan ini untuk menumbuhkan kembali semangat patriotisme dan mengenang perjuangan para pahlawan,” ujar Kak Sri Budoyo, sapaannya.

Dia menuturkan, dalam mengikuti kegiatan Pramuka, selain latihan fisik dan kemandiria juga ada pendidikan tentang nilai-nilai sosial. ”Pramuka DIJ haruslah menjadi ”Istimewa”, maka dari itu kami libatkan Pramuka di kegiatan sosial dan hari-hari besar,” ujar Kak Sri.

Pada perkembangan Pramuka di Jogjakarta sendiri, Kak Sri mengungkapkan, permasalahan utama adalah masih sedikitnya Pembina. Kekurangan Pembina ini bahkan merata di lima kabupaten/kota di DIJ.

Melihat kondisi ini, pihaknya akan melakukan program untuk megajak guru-guru agar terlibat aktif dalam pembinaan kepramukaan. ”Kami harap para guru bisa ikut terlibat untuk menjadi Pembina Pramuka,” ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 280 Pramuka Sleman mengikuti Perkemahan Antar Saka atau Peran Saka di kawasan Embung Kali Aji, Turi, Sleman. Perkemahan yang berlangsung selama empat hari, 11-14 Agustus ini berisi giat edukasi tentang kebencanaan, kemasyarakatan, pendalaman Krida, giat bakti hingga karnaval budaya.

Ketua Kwarcab Sleman Arif Haryono membuka langsung acara yang diadakan untuk menyambut Hari Pramuka ini. ”Berharap agar seluruh peserta Peran Saka menggapai cita-citanya karena telah ikut belajar di Satuan Karya dan telah dibimbing langsung oleh instansi pengampu Saka,” ujarnya dalam pembukaan Sabtu (11/8).

Perkemahan ini diikuti oleh delapan Saka yaitu Saka Bahari, Bakri Husada, Bhayangkara, Wirakartika, Kalpataru, Wanabakti, Kencana, dan Saka Pariwisata serta 10 gugus depan/sekolah. Kegiatan ini mengambil tema Living Harmony with Merapi.

Tema ini diambil karena masyarakat Sleman harus bisa berdampingan dan menyesuaikan diri dengan Gunung Merapi. ”Pramuka di Sleman harus bisa hidup berdampingan dan menyesuaikan diri dengan gunung berapi teraktif sedunia ini,” ujar Ketua Dewan Kerja Cabang Sleman Arwin Pamungkas.
DIa mengatakan, sesuai dengan Motto Hari Pramuka tahun ini, Pramuka Perekat NKRI, pihaknya ingin mengajak Pramuka se-kabupaten Sleman untuk terus bersinergi sesuai dengan satuan karya masing-masing. (cr5/ila/mg1)