BANTUL – Para petani di Kabupaten Bantul terus berinovasi. Sebagai buktinya, tidak sedikit petani yang menelurkan produk pertanian unggulan. Di antaranya Kelompok Tani (klomtan) Harjo Ngaran. Mereka berkomitmen memproduksi padi sehat.

Menurut Ketua Klomtan Harjo Ngaran Ngadiman, buliran padi sehat persis dengan lainnya. Sebab, varietas padi yang dikembangkan klomtan serupa. Seperti menthik wangi, menthik susu, dan pandan wangi. Bedanya, terletak pada kandungannya.

”Tidak banyak zat kimianya,” jelas Ngadiman di sela tradisi wiwitan dan rintisan Lumbung Kampung Mataraman di Bulak Ngaran, Minggu (12/8).
Ngadiman mengakui petani klomtan masih menggunakan pupuk kimia. Namun, dia menegaskan, komposisinya hanya sedikit. Sebagian besar petani mengandalkan pupuk organik. Penentuan komposisi inilah yang membuat padi ini diklaim lebih sehat.

”Dengan pupuk nonorganik hasilnya memang lebih banyak. Tapi kami tak tertarik. Meski kami ada 26,9 hektare,” ucapnya.
Bersama dengan para petani lainnya, Ngadiman berkomitmen hanya ingin memproduksi padi sehat. Salah satu pertimbangannya, kesehatan warga. Tidak sedikit warga yang menderita penyakit kronis. Bahkan di antaranya berujung kematian. Padahal, usianya masih muda.

”Bisa jadi yang dikonsumsi sudah tak sehat lagi. Termasuk nasinya,” kata Ngadiman mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan Lumbung Kampung Mataraman adalah penghasil padi sehat.

Di tempat yang sama, Bupati Bantul Suharsono mendukung kreativitas klomtan. Bahkan, Suharsono juga meminta padi para petani dijual kepada pemkab. Mengingat, pemkab sejak beberapa bulan terakhir memiliki produk beras. Namanya Beras Bantul Asli.
”Dengan harga tinggi agar petani ikut untung,” katanya. (zam/mg1)