BANTUL – Kementerian Pariwisata perlu menyusun manpower planning atau perencanaan tenaga kerja di bidang pariwisata. Perencanaan ini dinilai sangat krusial seiring terus meningkatnya perkembangan sektor wisata di Indonesia.
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia Azril Azahari menilai, sekolah pariwisata di Indonesia cukup bagus perkembangannya tapi tidak ada perencanaan tenaga kerja.”Padahal kebutuhan supply and demand di bidang ini sangat banyak,” ujar Azril dalam kuliah perdana di Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Sabtu (11/8).

Menurutnya dengan adanya perencanaan tenaga kerja tersebut perguruan tinggi yang mempunyai prodi pariwisata bisa mulai menyiapkan arah lulusannya akan ke mana. Karena hal itu menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan pariwisata sendiri.

Selain manpower planning, Azril juga melihat gastronomi atau ilmu dan seni dalam makanan juga harus dikembangkan. Mahasiswa jurusan pariwisata perlu mempelajari keterkaitan antara budaya dan makanan. “Makanan itu menjadi bagian dari budaya saat dibuat, disiapkan, dan dimakan. Perbedaan SDA dan keahlian lokal dalam membuat makanan akan menghasilkan sebuah identitas unik yang otomatis akan menarik minat wisatawan asing berkunjung ke Indonesia,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dengan gastronomi tersebut bisa diarahkan ke pengembangan pariwisata belanja. Sehingga wisatawan yang datang ke Indonesia tidak hanya melihat bangunan cagar budaya, tetapi bisa berbelanja makanan yang benar-benar digagas secara maksimal.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyebutkan pihaknya sangat mendukung perkembangan kampus pariwisata seperti STIPRAM ini. Menurutnya dengan keberadaan kampus di Kabupaten Bantul ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Secara keilmuan dan mahasiswanya kami sangat terbantu. Setiap tahun ada sekitar 1.500 mahasiswa baru dari 33 provinsi yang belajar di STIPRAM, berapa kamar kos yang akan laku di Bantul, kebutuhan sehari-hari juga makanan yang mereka beli sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Bantul,” tuturnya.

Dari sektor pariwisata sendiri, pihaknya mengaku lulusan STIPRAM banyak berkontribusi dalam pengembangan pariwisata di Bantul. Mereka secara tidak langsung juga menjadi promotor pariwisata Bantul untuk daerahnya masing-masing. “Pertumbuhan dan pengembangan kampus di Bantul ini menjadi salah satu cikal bakal Kabupaten Bantul ikut memajukan pembangunan bangsa karena mendukung mencetak generasi dengan berbagai potensi dan karyanya. Kami akan support terus,” tutupnya. (ita/din/mg1)