BANTUL – Semangat gotong royong dan swadaya masyarakat Dlingo sungguh luar biasa. Paling tidak ini terlihat dalam acara Merti Dusun Koripan I Desa Dlingo Kecamatan Dlingo Bantul yang digelar pada Rabu 8/8) lalu. Masyarakat mulai dari orang tua hingga anak muda semangat bahu membahu demi lancarnya kegiatan ini.“Kegiatan ini memang untuk menjalin kebersamaan dan kekompakan seluruh warga,” terang Ketua Panitia Merti Dusun Khoripan I, Ahmad Ristiyan kepada Radar Jogja.

Selain untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, merti dusun ini diharapkan juga bisa menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda untuk lebih mengenal adat dan budaya leluhur termasuk sejarah asal muasal Dusun Khoripan. “Kami ingin anak muda bisa meneruskan ada istiadat leluhur,” terangnya.

Rangkaian kegiatan Merti Dusun ini dimulai sejak Selasa (7/8). Acara dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan upacar pengambilan tujuh mata air yang berada di Dusun Khoripan I. Air dari tujuh mata air ini ditampung dalam tujuh kendi. Air ini kemudian dibawa ke balai dusun untuk diinapkan. Malam harinya warga juga menggelar berbagai kegiatan seperti sholawat dan pembacaan doa-doa. Paginya air dari tujuh mata air ini kemudian dikirab ke petilasan Gunung Pasar.

Kirab ini diikuti dengan gunungan yang berisi hasil bumi serta sejumlah kontingen mulai kelompok sholawat, PKK dan bergodo pasukan. “Di petilsan Gunung Pasar air tujuh tuk (mata air) disatukan dan digelar kendri bersama,” terangnya.

Prosesi merti dusun ini berlansung selama dua hari yang berasal dari swadaya masyarakat dan stimulan dari Dinas Pariwisata DIY. “Antusiasme warga luar biasa. Mereka suka rela bergotong royong baik harta maupun tenaga,” jelasnya. Kegiatan ini sebenarnya sudah rutin digelar setiap tahun, namun untuk kirab gunungan baru dilaksanakaan tahun ini setelah ada bantuan dari Dinas Pariwisata DIY. “Tahun depan harapan kami bisa berlangsung lagi,’’ jelasnya.(kus/mg1)