AP I Berupaya agar Warga Tak Merasa Dipinggirkan

KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo dan PT Angkasa Pura (AP) I terus memerhatikan warga terdampak bandara. Sejumlah program disiapkan. Termasuk men-cover anak-anak, lansia dan difabel.

“Akan dibentuk team building kelompok kerja lansia, perlindungan difabel dan penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Setelah bandara beroperasi diharapkan tidak ada masyarakat terpinggirkan,” ujar Person in Charge (PIC) Program Corporate Social Responsibility (CSR) AP I Maryanto kemarin (12/8).
Pelatihan sudah dilakukan sejak pra-konstruksi bandara. Di antaranya pelatihan otomotif, satpam, pertukangan, pelatihan las, pendingin ruangan, dan elektronika bandara.

“Sesuai rencana awal, program pelatihan ini diberikan sebelum bandara beroperasi,” kata Maryanto.
Pelatihan setelah bandara beroperasi di antaranya pergudangan, cargo, pengiriman barang, air line office dan tiketing. Ada juga pelatihan sektor jasa dan perdagangan, kuliner, koperasi, UKM, agen perjalanan, guide, dan perhotelan.

“Masyarakat terdampak sebagian besar petani. Kami juga menyiapkan pelatihan agribisnis dan budidaya tanaman hias dan jamur merang,” kata Maryanto.
Menurut dia, pengelolaan ekonomi rumah tangga, aset dan penghidupan warga juga sudah dipetakan. Workshoap pengembangan strategi warga terdampak, pengelolaan ekonomi dan perencanaan rumah tangga juga ada.
“Nanti ada pemberdayaan peternak sapi, berikut pemberian bantuan bibit bagi kelompok. Nelayan juga disentuh dengan program pengemasan dan pengolahan ikan,” ujar Maryanto.

Meskipun hingga Juli 2018 baru beberapa pelatihan berjalan, pihaknya optimistis pelatihan akan berjalan baik.
“Pemberian beasiswa juga kami siapkan. Karena ada anak-anak, kami juga kuatkan PAUD. Harapan kami semua ter-cover, termasuk warga yang baru saja pindah,” ujar Maryanto.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana memfasilitasi warga terdampak bandara. Akan digelar pelatihan menumbuhkan karakter, keterampilan, sertifikat dan lisensi.
“Kami telah melakukan bekerja sama degan berbagai pihak. Di antaranya dengan AP I, dan Kemenhub. Pendidikan dan pelatihan ada yang dipusatkan di BLK Kulonprogo dan di lembaga-lembaga terkait,” ujar Eko. (tom/iwa/mg1)