SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
JADI KEBANGGAAN JOGJA: Pertunjukan sendratari hampir setiap hari digelar untuk para wisatawan dan masyarakat Jogjakarta. (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

JOGJA – Selama 42 tahun, sejak 1976, Purawisata Amphitheater Mandira Baruga di Kompleks Purawisata rutin mementaskan Sendratari Ramayana. Capaian tersebut bahkan sudah tercatat di museum rekor Indonesia (Muri).

”Memasuki tahun ke 42, Ramayana Ballet Purawisata merayakan ulang tahun pada Jumat malam (10/8),” ujar Direktur Utama Mandira Baruga Ulla Nuchrawaty.

Dia mengatakan, tema ulang tahun pada 2018 ini adalah Seni Budaya untuk Pendidikan dan Pariwisata. Dia mengatakan, dengan selalu menggelar pementasan rutin berturut-turut selama 42 tahun, menunjukkan komitmen Purawisata melestarikan kebudayaan Jawa.

”Manggung setiap malam tidak letih dan lelah. Kebanggaan kami semua. Sangat senang ikut menjadi kebanggaan Jogja,” ujarnya.

Ulla mengungkapkan, orang jauh dari luar negeri untuk melihat sendratari ini. Tapi kenapa justru yang di Jogja tidak ikut mendoakan. ”Menjadi kenangan dan diskusi, ada pertunjukan pelestari nilai luhur budaya bangsa,” katanya.

Ulla menjamin, hampir setiap hari di Purawisata ada pertunjukan sendratari. Sebab, hal itu yang selalu menjadi tujuan wisatawan datang ke Jogja dan Purawisata, berapapun penontonnya. Terutama wisatawan dari luar negeri.

Memasuki usia 42 tahun, pertunjukan tersebut diteruskan hampir empat generasi. Hal tersebut tentu bukan hal yang mudah. Kuncinya, lanjut Ulla, adalah keseriusan mempertahankan. Juga komitmen penari sebagai pekerja seni.

”Menghibahkan jiwanya untuk berkesenian. Juga dukungan dari banyak pihak. Dengan kondisi apapun di Jogja. Tetap konsisten, menyebabkan kami bisa bertahan hingga sekarang,” ungkapnya.

Diakuinya, animo penonton sendratari banyak dari luar negeri. Terutama dari frekuensinya. Namun jika dari kuantitas masih didominasi pengunjung domestik.

”Karena harganya beda antara domestik dan asing. Tergantung juga musim liburan antara peak season dan low season,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana melihat komitmen Purawisata menjaga budaya, terutama tari, sangat luar biasa. Dia berharap, terus bisa bekerja sama dengan paguyuban guru seni tari. Melibatkan guru dan murid.

”Tak ada alasan untuk tidak bekerja sama. Kami sangat mengapresiasi pelestarian budaya salah satunya para penari sendratari di Mandira Baruga,” kata Edy. (riz/ila/mg1)