Pramuka (Praja Muda Karana) memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya. Dari sekolah dasar hingga bangku kuliah, kegiatan yang umumnya diidentikkan dengan berkemah ini masih digemari. Bahkan bagi sebagian orang meraih badge atau Tanda Kecakapan Khusus (TKK) menjadi suatu prestasi tersendiri.

IWAN NURWANTO, Jogja

ITU pula yang dirasakan oleh Novi Rachma Widyiastuti. Perempuan 17 tahun ini merasa kegiatan Pramuka memiliki banyak manfaat. Begitu pula tantangan yang dihadapi untuk mendapatkan TKK.

Novi menuturkan, dalam berpramuka tak hanya teman dan pengalaman yang dia dapatkan. Tetapi juga beragam keahlian. ”Dari Pramuka bisa dapat materi tentang tali temali, cara mencintai lingkungan serta belajar untuk mandiri,” ungkapnya.

Dalam mengikuti kegiatan Pramuka Novi menghadapi beragam tantangan, namun hal ini yang membentuk karakternya hingga saat ini. Tantangan merupakan hal yang harus dilalui oleh setiap anggota Pramuka untuk bisa mendapat TKK berupa pin atau badge yang dipasang sebagai atribut.

Beragam tanda kecakapan telah didapatkan oleh Novi. Salah satunya, TKK bidang Kesehatan dan Ketangkasan serta TKK bidang Keterampilan. Dari satu bidang saja, Novi harus menyelesaikan beberapa tahapan.

”Saat ini baru dapat TKK Juru Masak atau keahlian memasak, TKK Pengatur Rumah atau keahlian mengatur rumah. Yang paling berkesan adalah TKK Kesehatan dan Ketangkasan, saat menghadapi tantangan untuk mendapatkan TKK Gerak Jalan,” jelasnya.

Novi menceritakan, kala itu dia masih menjadi Penggalang. Dia pun harus berjalan kaki sepanjang minimal delapan kilometer untuk mendapatkan badge itu. Dalam mendapatkan tanda kecakapan ini, jalan kaki sepanjang delapan kilometer tak cukup dilalui hanya sekali. Sebab untuk mendapatkan sebuah tanda kecakapan gerak jalan harus dilakukan minimal dua kali perjalanan.

”Dalam menempuh perjalanan delapan kilo itu tak mudah. Capek pastinya, tapi ini yang paling berkesan, waktu itu jalan kaki dari SMP 15 sampai Monjali,” ungkap Novi yang mengambil jurusan akomodasi perhotelan ini di SMK 4 Jogja ini.

Pengalaman menyenangkan lainnya adalah ketika dia bisa ikut Jambore Nasional. Dia mengaku mendapat teman dengan latar belakang dan budaya berbeda.

Novi yang sudah sejak kelas 8 di SMP 15 Jogja menjadi Dewan Penggalang dan membantu Pembina Pramuka di sekolahnya ini memantapkan langkahnya untuk mendalami kepramukaan.

Dia mengatakan, banyak sekali manfaat yang didapatkan dari Pramuka. Mulai dari pelajaran tentang kehidupan, mencintai alam semesta, bersyukur akan pemberian Tuhan, belajar kekompakan, membentuk diri menjadi mandiri serta beragam keahlian dan mendapatkan materi yang belum tentu diajarkan di sekolah.

”Kalau masih bisa aktif di Pramuka, kenapa nggak? Banyak kok manfaatnya,” ujarnya.

Dia pun berharap bisa lebih banyak lagi anak muda yang aktif dalam kegiatan ini. ”Prihatin dengan teman-teman yang suka bolos kegiatan Pramuka, padahal kegiatannya asyik banget dan banyak manfaatnya,” tutupnya. (ila/mg1)