JOGJA – Mendekati perayaan Idul Adha aktivitas jual beli hewan ternak mulai tampak. Salah satunya seperti pusat penjualan hewan kurban sapi dan kambing di Jalan Pramuka 62 Giwangan, Jogja.

Di lahan seluas 100 meter persegi tersedia ratusan sapi dan kambing. Itulah kandang sekaligus tempat penjualan hewan kurban milik Pusat Pengadaan Hewan Qurban (PPHQ) Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kotagede, Jogja.

Ketua PPHQ AMM Kotagede Ahmad Yusroni mengatakan, PPHQ sudah ada sejak 1980-an. Dari generasi ke generasi berlanjut hingga saat ini. “PPHQ menjadi wadah belajar berwirausaha. ” kata Yusroni Sabtu (11/8).

Tahun ini PPHQ menargetkan bisa menjual 400 kambing dan 20 ekor sapi. Hewan ternak tersebut diambil dari Temanggung, Wonosobo dan Gunungkidul. Persiapan sudah dilakukan sejak dua bulan lalu. “Modalnya dibantu pimpinan Cabang Muhammadiyah Kotagede dan sekolah Muhammadiyah,” tuturnya.

Setiap hari ada sebanyak 50 panitia bergantian berjaga. Mereka dibagi dalam tiga shift dalam sehari. Mereka berkewajiban memberi pakan, membersihkan kandang dan memandikan hewan. Jika terlihat sakit, segera dilaporkan untuk diobati dokter hewan. Mengenai pakannya berupa fermentasi bayam dan kangkung. Saat ini sudah ada stok satu ton pakan.
“Tapi sepertinya masih kurang karena tahun kemarin saja habis tiga ton,” beber pria 24 tahun itu.

Mengenai hewan yang dijual, harganya bervariasi. Untuk kambing mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta. Sedangkan sapi dijual dari harga Rp 17,5 juta sampai dengan Rp 23 juta. Meski demikian, PPHQ bisa mencarikan jika ada konsumen yang memesan hewan kurban dengan bobot yang lebih besar. PPHQ juga melayani konsumen yang ingin patungan membeli sapi untuk tujuh orang. “Kalau 1/7 sapi mulai Rp 2,7 juta hingga Rp 3 juta,” katanya.

Keunggulan membeli hewan kurban di PPHQ harganya relatif stabil dan terjangkau. PPHQ juga memberikan garansi dan mengantar sampai lokasi tujuan. Jika ada hewan yang sakit atau mati, diganti dengan harga yang sama.Sampai pekan pertama Agustus ini, Roni mengaku sudah bisa menjual 80 ekor kambing. Dia berharap jumlahnya terus meningkat. (riz/kus/mg1)