SLEMAN – Sampah di sungai selain membuat kumuh, juga mencemari air. Sehingga air sungai yang sejatinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga menjadi tidak layak.

Guna meminimalisasi sampah di sungai, digelar merti sungai Bedog kemarin. Berlokasi di Kaliabu Kidul, Banyuraden, Gamping.
Ketua Komunitas Bedog Lestari (KBL) Sugiyo mengatakan Merti Kali Bedog merupakan kegiatan terus menerus. Dilakukan agar sungai bersih dari sampah.
Pihaknya mengawali program peduli terhadap lingkungan dengan membuat bank sampah. Dinamai Bank Sampah Karisma.

Pendirian bank sampah tersebut dilakukan bersama mahasiswa UMY. Mereka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dusun tersebut.
Keberhasilan bank sampah tersebut membuat kampungnya dijadikan tempat studi banding. Bahkan mahasiswa dari Jepang dan Singapura pernah dating belajar.

“Selain itu pernah juga menjadi rujukan cara melatih pengelolaan sampah di Srumbung, Magelang,” tutur Sugiyo.
Menurut Sugiyo, dia bersama warga setempat memulai bersih sungai secara berkala. Kemudian menggelar Merti Kali Bedog tersebut.

Bupati Sleman Sri Punomo (SP) membuka Merti Kali dengan melepas benih ikan ke sungai. SP mengajak masyarakat Sleman menjaga kebersihan kali.
‘’Tidak boleh seenaknya sendiri mengambil manfaat dari sungai tetapi tidak mau memelihara, merawat dan menjaga sungai,” kata SP.

Dia mengimbau warga tidak hanya melestarikan sungai. Tapi juga melakukan upaya-upaya dalam melestarikan hutan di hulu sungai.
Termasuk melarang aktivitas buang air besar (BAB) di sungai. Tidak membuang sampah serta limbah rumah tangga ke sungai. (har/iwa/mg1)