Panwaslu Sarankan Pilih Jalur Mediasi Dahulu

KULONPROGO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo mencoret beberapa kader partai politik (parpol) yang tidak memenuhi syarat. Langkah tersebut membuat empat parpol peserta pemilu merasa dirugikan.
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kulonprogo berharap sengketa penetapan Daftar Caleg Sementara (DCS) tersebut diselesaikan dengan bijak. Para kader yang dicoret KPU tersebut saat pendaftaraan bakal calon anggota legislatif (bacaleg).

“Laporan memang belum ada yang masuk. Namun ada (parpol) yang telah konsultasi dan akan menyengketakan putusan KPU terkait DCS tersebut,” ujar Anggota Panwaslu Kulonprogo Tamyus Rochman kemarin (12/8).
Dikatakan, empat partai tersebut telah menjalin komunikasi dengan Panwaslu. Semua mengaku merasa dirugikan KPU karena pencoretan kader dalam pengajuan sebagai caleg.

Pihaknya kini menyusun laporan sengketa dan persiapan saksi untuk menggugat keputusan KPU tersebut. “Format pelaporan dan persiapan saksi masih dilakukan. Kami minta seperti yang telah diatur dalam regulasi,” kata Tamyus.
Dikatakan, parpol dan KPU disarankan memilih jalur mediasi terlebih dahulu sebelum melakukan sengketa. Kendati demikian, semua tergantung parpol yang bersangkutan.

“Laporan sengketa kami tunggu hingga Selasa (14/8) pukul 23.59. Ada juga waktu perbaikan pengajuan mediasi atau sengketa selama tiga hari kerja,” kata Tamyus.
Anggota KPU Kulonprogo Panggih Widodo menyatakan siap menerima panggilan mediasi atau sidang ajudikasi dari Panwaslu. “Silakan, kami siap menerima panggilan,” kata Panggih. (tom/iwa/mg1)